DK PBB Voting Draft Penolakan Yerusalem Ibu Kota Israel

Senin, 18 Desember 2017 - 09:59 WIB
DK PBB Voting Draft...
DK PBB Voting Draft Penolakan Yerusalem Ibu Kota Israel
A A A
NEW YORK - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) akan memberikan suara pada hari Senin (18/12/2017) terkait nasib rancangan resolusi atau draft yang diajukan Mesir, Draft itu berisi penolakan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Rancangan resolusi ini kemungkinan akan diveto oleh AS, karena Washington selama ini dikenal sebagai sekutu utama Israel.

Teks satu halaman yang akan diputuskan DK PBB tidak secara khusus menyebut AS atau Trump di dalamnya. Rancangan resolusi ini menekankan bahwa status Yerusalem harus diselesaikan melalui negosiasi, bukan keputusan sepihak AS.

”Setiap keputusan dan tindakan yang dimaksudkan untuk mengubah karakter, status atau komposisi demografis Kota Suci Yerusalem tidak memiliki efek hukum, tidak berlaku dan harus dibatalkan,” bunyi draft resolusi tersebut.

Keputusan AS mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah melanggar konsensus internasional. Keputusan itu disampaikan Trump 6 Desember lalu, di mana dia juga memerintahkan pemindahan kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem segera.

Keputusan itu memicu kemarahan di dunia Arab dan Muslim. Beberapa warga Palestina tewas ditembak mati dalam demonstrasi di berbagai wilayah untuk menentang status Yerusalem.

Wakil Presiden AS Mike Pence dijadwalkan mengunjungi Yerusalem pada hari Rabu nanti di tengah situasi yang masih memanas. Pemerintah Palestina hingga pihak gereja Ortodoks Mesir menolak menyambut Pence.

Duta Israel untuk PBB Danny Danon pada hari Sabtu mengecam rancangan resolusi tersebut. Menurutnya, draft itu sebagai upaya lain Palestina untuk menulis ulang sejarah.

”Tidak ada suara atau diskusi yang bisa mengubah realitas yang jelas, Yerusalem adalah Ibu Kota Israel, sekarang dan selamanya. Kami akan terus berjuang untuk kebenaran sejarah, kali ini, bersama dengan sekutu kami,” kata Danon, seperti dikutip Times of Israel.

Sangat tidak mungkin ada resolusi yang lolos di Dewan Keamanan, di mana AS adalah satu dari lima anggota tetap dengan hak veto.

Duta Besar AS Nikki Haley adalah pendukung setia Israel, yang telah terang-terangan menyatakan negaranya lebih kredibel mengatasi konflik Palestina-Israel ketimbang PBB. Haley memuji pengakuan Trump atas Yerusalem Ibu Kota Israel sebagai tindakan yang benar.
(mas)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
1 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
2 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
6 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
9 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
10 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved