AS Sebut Pengakuan Yerusalem Membantu Perdamaian

Senin, 11 Desember 2017 - 06:24 WIB
AS Sebut Pengakuan Yerusalem...
AS Sebut Pengakuan Yerusalem Membantu Perdamaian
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Donald Trump bersikeras bahwa pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel akan membantu perjuangan perdamaian. Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa pihaknya akan memindahkan bola perdamaian bergerak ke depan.

Sikap AS yang baru, yang dikritik keras oleh warga Palestina, para pemimpin Arab dan lainnya sangat merusak prospek perdamaian Timur Tengah, telah menimbulkan protes yang membengkak di seluruh wilayah dalam beberapa hari ini.

Tapi Haley menyatakan bahwa ketakutan itu berlebihan. Ia mengatakan bahwa Trump adalah presiden AS pertama yang memiliki "keberanian" untuk melakukan langkah yang dia katakan pada banyak orang Amerika dan orang lain di seluruh dunia.

"Ketika datang ke orang-orang (yang) marah, kami tahu itu akan terjadi. Tapi keberanian menyebabkan itu. Saya sangat yakin ini akan menggerakkan bola ke depan untuk proses perdamaian," ucapnya seperti dikutip dari AFP, Senin (11/12/2017).

Haley lantas menjelaskan bagaimana perubahan itu akan membantu perjuangan perdamaian. Menurutnya hal itu akan mempermudah perundingan.

"Sekarang mereka bisa datang bersama untuk menentukan seperti apa perbatasannya, mereka bisa memutuskan batas-batasnya dan mereka bisa membicarakan bagaimana mereka ingin melihat Yerusalem, maju ke depan," jelasnya.

"Yang kami lakukan hanyalah mengatakan, 'ini bukan sesuatu yang akan kita biarkan terjadi di tengah negosiasi Anda," cetusnya.

Kritik terhadap pergeseran sikap AS mengatakan akan memiliki efek sebaliknya: Sudah lama kebijakan AS bahwa status sensitif kritis Yerusalem - diklaim sebagai Ibu Kota oleh Israel dan Palestina - harus diselamatkan untuk mengakhiri perundingan perdamaian, tidak diambil dari meja di awal.

Protes, yang diwarnai kekerasan, telah terjadi di seluruh wilayah sejak Trump mengumumkan kebijakan baru tersebut pada hari Rabu. Dua orang Palestina di Jalur Gaza terbunuh dalam bentrokan pada hari Jumat, dan dua lainnya tewas dalam serangan udara Israel sebagai pembalasan atas serangan roket yang ditembakkan dari daerah kantong Palestina.

Baca juga:
Sudah 4 Tewas, Imbas Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel


Pada hari Minggu, seorang Palestina menikam dan melukai serius seorang penjaga keamanan Israel di Yerusalem.

Baca juga:
Penjaga Keamanan Israel Terluka Ditikam Pemuda Palestina


Dan di Beirut, pasukan keamanan Libanon menembakkan gas air mata dan meriam air pada hari Minggu di beberapa ratus demonstran pro-Palestina berkumpul di dekat kedutaan AS.
(ian)
Berita Terkait
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
5 Alasan Donald Trump...
5 Alasan Donald Trump Tak Akan Pernah Membela Palestina
3 Kebijakan Kontroversial...
3 Kebijakan Kontroversial Donald Trump yang Dianggap Anti-Palestina
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Dilema, Bela Qatar atau Israel
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Donald Trump: Tidak...
Donald Trump: Tidak Ada yang Mengusir Rakyat Palestina dari Gaza
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
8 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
9 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
10 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
11 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
12 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
13 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved