Utusan PBB Desak Korut Patuhi Resolusi Dewan Keamanan
Minggu, 10 Desember 2017 - 05:56 WIB
Utusan PBB Desak Korut Patuhi Resolusi Dewan Keamanan
A
A
A
NEW YORK - Kepala urusan politik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk mencegah salah perhitungan dan saluran terbuka untuk mengurangi risiko konflik. Hal itu dikatakan utusan PBB kepada pejabat senior Korea Utara (Korut) dalam sebuah kunjungan ke Pyongyang.
Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh PBB terkait kunjungan Jeffrey Feltman ke Korut beberapa hari lalu. PBB mengatakan Feltman, pejabat tinggi PBB pertama yang mengunjungi Korut sejak 2012, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Ri Yong-ho dan Wakil Menteri Pak Myong-guk.
Feltman menekankan perlunya implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan PBB dan bahwa masyarakat internasional berkomitmen untuk mencapai solusi damai.
"Dia juga mengatakan bahwa hanya ada solusi diplomatik terhadap situasi tersebut, yang dicapai melalui proses dialog yang tulus. Waktu adalah hakikatnya," kata PBB dalam pernyataannya.
"Mereka (Korut) setuju bahwa situasi saat ini adalah yang paling menegangkan dan membahayakan perdamaian serta keamanan dunia," sambung pernyataan itu seperti disitir dari Reuters, Minggu (10/12/2017).
Sebelumnya, lewat sebuah pernyataan, Korut menyatakan kesediaan utusan PBB untuk mengurangi ketegangan di semenanjung Korea dan mengakui dampak negatif dari sanksi terhadap bantuan kemanusiaan ke Korea Utara.
"Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan keprihatinannya atas situasi yang meningkat di semenanjung Korea dan menyatakan kesediaannya untuk bekerja dalam mengurangi ketegangan di semenanjung Korea sesuai dengan Piagam PBB yang didasarkan pada perdamaian dan keamanan internasional," bunyi pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita resmi negara itu, KCNA.
KCNA mengatakan pejabat Korut dan Feltman sepakat bahwa kunjungannya membantu memperdalam pemahaman dan bahwa mereka sepakat untuk berkomunikasi secara teratur.
Feltman sendiri memilih untuk bungkam saat tiba kembali dari Pyongyang di bandara Beijing pada hari Sabtu pagi setelah menghabiskan empat hari di Korut.
Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh PBB terkait kunjungan Jeffrey Feltman ke Korut beberapa hari lalu. PBB mengatakan Feltman, pejabat tinggi PBB pertama yang mengunjungi Korut sejak 2012, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Ri Yong-ho dan Wakil Menteri Pak Myong-guk.
Feltman menekankan perlunya implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan PBB dan bahwa masyarakat internasional berkomitmen untuk mencapai solusi damai.
"Dia juga mengatakan bahwa hanya ada solusi diplomatik terhadap situasi tersebut, yang dicapai melalui proses dialog yang tulus. Waktu adalah hakikatnya," kata PBB dalam pernyataannya.
"Mereka (Korut) setuju bahwa situasi saat ini adalah yang paling menegangkan dan membahayakan perdamaian serta keamanan dunia," sambung pernyataan itu seperti disitir dari Reuters, Minggu (10/12/2017).
Sebelumnya, lewat sebuah pernyataan, Korut menyatakan kesediaan utusan PBB untuk mengurangi ketegangan di semenanjung Korea dan mengakui dampak negatif dari sanksi terhadap bantuan kemanusiaan ke Korea Utara.
"Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan keprihatinannya atas situasi yang meningkat di semenanjung Korea dan menyatakan kesediaannya untuk bekerja dalam mengurangi ketegangan di semenanjung Korea sesuai dengan Piagam PBB yang didasarkan pada perdamaian dan keamanan internasional," bunyi pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita resmi negara itu, KCNA.
KCNA mengatakan pejabat Korut dan Feltman sepakat bahwa kunjungannya membantu memperdalam pemahaman dan bahwa mereka sepakat untuk berkomunikasi secara teratur.
Feltman sendiri memilih untuk bungkam saat tiba kembali dari Pyongyang di bandara Beijing pada hari Sabtu pagi setelah menghabiskan empat hari di Korut.
(ian)