PBB: Korut-Korsel Bersalah Terkait Baku Tembak di Perbatasan

Selasa, 26 Mei 2020 - 19:45 WIB
loading...
PBB: Korut-Korsel Bersalah...
Komando PBB menuturkan Korsel dan Korut sama-sama melanggar perjanjian gencatan senjata, ketika pasukan kedua negara saling melepaskan tembakan di perbatasan pada 3 Mei lalu. Foto/REUTERS
A A A
SEOUL - Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) sama-sama melanggar perjanjian gencatan senjata, ketika pasukan kedua negara saling melepaskan tembakan di perbatasan pada 3 Mei lalu. Hal itu disampaikan oleh Komando PBB (UNC) yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

UNC adalah pasukan PBB yang mengawasi urusan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang dijaga ketat antara kedua Korea, yang secara teknis masih dalam status berperang.

Tim investigasi khusus multinasional UNC menyimpulkan bahwa pasukan dari kedua belah pihak telah melanggar perjanjian, yang telah ada sejak Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata daripada perjanjian damai.

"Pasukan Korut melakukan pelanggaran ketika mereka menembakkan empat peluru amunisi 14,5 mm ke pos jaga UNC di sisi selatan Garis Demarkasi Militer (MDL) yang membagi DMZ. Pejabat Korsel dan AS yakin tembakan itu adalah kecelakaan," kata UNC dalam sebuah pernyataan.

"Tetapi, penyelidikan tidak dapat menentukan secara pasti apakah keempat peluru itu ditembakkan secara sengaja atau tidak sengaja," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (26/5/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
Presiden Bangladesh...
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Pakar: Meski Berdamai,...
Pakar: Meski Berdamai, 3 Oknum Polda Jabar di Kasus Alphard Tetap Harus Diproses Etik
Ekonom: Gubernur BI...
Ekonom: Gubernur BI Mundur Picu Volatilitas Pasar Jangka Pendek
PSSI Masih Tunggu Kepulangan...
PSSI Masih Tunggu Kepulangan Justin Hubner untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Berita Terkini
Kolombia Gempar, Wanita...
Kolombia Gempar, Wanita Hamil 8 Bulan Dibunuh dan Si Bayi Diculik dari Rahimnya
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved