Iran Tuding AS Bertanggung Jawab Atas Kekejaman Saudi di Yaman
Senin, 27 November 2017 - 06:06 WIB
Iran Tuding AS Bertanggung Jawab Atas Kekejaman Saudi di Yaman
A
A
A
TEHERAN - Iran menuduh Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas kekejaman di Yaman melalui dukungannya untuk Arab Saudi. Arab Saudi diketahui memimpin sebuah koalisi yang memerangi pemberontak Houthi yang didukung oleh Teheran.
"Sebuah pernyataan Gedung Putih pada hari Jumat untuk mendukung Riyadh sangat jelas dan tanpa pertanyaan membuktikan partisipasi serta tanggung jawab Amerika dalam kekejaman yang dilakukan oleh Arab Saudi di Yaman," kata juru bicara kementerian luar negeri Iran, Bahram Ghassemi seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (27/11/2017).
Dalam pernyataannya, Washington telah mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung Arab Saudi melawan agresi Korps Pengawal Revolusioner Iran dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Baca juga:
Gedung Putih Tegaskan Dukungan untuk Saudi Melawan Agresi Iran
Iran dan Arab Saudi adalah dua arch rival di Teluk Arab yang kembali berada di sisi berlawanan dalam sejumlah konflik mulai dari Yaman hingga Suriah.
Mereka memutus hubungan diplomatik pada Januari 2016 setelah para pemrotes Iran menyerbu misi diplomatik Saudi sebagai reaksi atas eksekusi Riyadh terhadap seorang ulama Syiah terkemuka.
Pada awal November, Riyadh menuduh Teheran melakukan agresi langsung setelah pasukan Saudi mencegat sebuah rudal yang ditembakkan oleh pasukan Houthi menuju bandara internasional Riyadh.
Namun Ghassemi membantah bahwa Iran memiliki hubungan militer dengan Yaman, walaupun Teheran mengatakan bahwa pihaknya mendukung Houthi secara politis dan secara teratur mencela Arab Saudi karena diduga mengebom warga sipil.
Ghassemi menyatakan pernyataan yang dikeluarkan oleh Washington pada Jumat lalu menunjukkan AS secara terbuka mendukung kekejaman yang mengerikan oleh Arab Saudi di Yaman.
Koalisi militer Arab yang dipimpin Arab melakukan intervensi di Yaman pada bulan Maret 2015. Mereka memberikan dukungan bagi Presiden Abedrabbo Mansour Hadi setelah Houthi memaksanya untuk diasingkan.
Bulan lalu, PBB menempatkan koalisi tersebut dalam daftar hitam karena membunuh dan melukai 683 anak-anak selama konflik tahun lalu. Koalisi Arab juga melakukan 38 serangan terverifikasi di sekolah dan rumah sakit.
Baca juga:
PBB Masukkan Koalisi Arab Saudi dalam Daftar Hitam
Sebuah laporan yang diterbitkan pada pertengahan November oleh Congressional Research Service menunjukkan bahwa Riyadh telah menandatangani kesepakatan senjata senilai lebih dari USD65 miliar dengan AS antara tahun 2009 dan 2016.
"Sejak tahun 2015, militer Saudi yang terlatih di AS telah menggunakan persenjataan AS, bantuan logistik AS, dan berbagi intelijen untuk mendukung operasi militer di Yaman," bunyi laporan itu.
Kedua belah pihak di konflik Yaman dituduh mengabaikan keamanan sipil.
Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memasukkan koalisi pimpinan Arab Saudi dalam daftar hitam atas "pembunuhan dan membuat cacat" anak-anak.
"Sebuah pernyataan Gedung Putih pada hari Jumat untuk mendukung Riyadh sangat jelas dan tanpa pertanyaan membuktikan partisipasi serta tanggung jawab Amerika dalam kekejaman yang dilakukan oleh Arab Saudi di Yaman," kata juru bicara kementerian luar negeri Iran, Bahram Ghassemi seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (27/11/2017).
Dalam pernyataannya, Washington telah mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung Arab Saudi melawan agresi Korps Pengawal Revolusioner Iran dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Baca juga:
Gedung Putih Tegaskan Dukungan untuk Saudi Melawan Agresi Iran
Iran dan Arab Saudi adalah dua arch rival di Teluk Arab yang kembali berada di sisi berlawanan dalam sejumlah konflik mulai dari Yaman hingga Suriah.
Mereka memutus hubungan diplomatik pada Januari 2016 setelah para pemrotes Iran menyerbu misi diplomatik Saudi sebagai reaksi atas eksekusi Riyadh terhadap seorang ulama Syiah terkemuka.
Pada awal November, Riyadh menuduh Teheran melakukan agresi langsung setelah pasukan Saudi mencegat sebuah rudal yang ditembakkan oleh pasukan Houthi menuju bandara internasional Riyadh.
Namun Ghassemi membantah bahwa Iran memiliki hubungan militer dengan Yaman, walaupun Teheran mengatakan bahwa pihaknya mendukung Houthi secara politis dan secara teratur mencela Arab Saudi karena diduga mengebom warga sipil.
Ghassemi menyatakan pernyataan yang dikeluarkan oleh Washington pada Jumat lalu menunjukkan AS secara terbuka mendukung kekejaman yang mengerikan oleh Arab Saudi di Yaman.
Koalisi militer Arab yang dipimpin Arab melakukan intervensi di Yaman pada bulan Maret 2015. Mereka memberikan dukungan bagi Presiden Abedrabbo Mansour Hadi setelah Houthi memaksanya untuk diasingkan.
Bulan lalu, PBB menempatkan koalisi tersebut dalam daftar hitam karena membunuh dan melukai 683 anak-anak selama konflik tahun lalu. Koalisi Arab juga melakukan 38 serangan terverifikasi di sekolah dan rumah sakit.
Baca juga:
PBB Masukkan Koalisi Arab Saudi dalam Daftar Hitam
Sebuah laporan yang diterbitkan pada pertengahan November oleh Congressional Research Service menunjukkan bahwa Riyadh telah menandatangani kesepakatan senjata senilai lebih dari USD65 miliar dengan AS antara tahun 2009 dan 2016.
"Sejak tahun 2015, militer Saudi yang terlatih di AS telah menggunakan persenjataan AS, bantuan logistik AS, dan berbagi intelijen untuk mendukung operasi militer di Yaman," bunyi laporan itu.
Kedua belah pihak di konflik Yaman dituduh mengabaikan keamanan sipil.
Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memasukkan koalisi pimpinan Arab Saudi dalam daftar hitam atas "pembunuhan dan membuat cacat" anak-anak.
(ian)