China Dukung Kamboja Bubarkan Partai Oposisi
Selasa, 21 November 2017 - 10:54 WIB
China Dukung Kamboja Bubarkan Partai Oposisi
A
A
A
BEIJING - Pemerintah China mendukung tindakan keras pemerintah Kamboja untuk melindungi stabilitas politik dengan keputusan Mahakmah Agung (MA)-nya yang membubarkan partai oposisi. Pembubaran partai oposisi itu dikecam Amerika Serikat (AS) yang mengancam akan memotong bantuan ke negara itu.
Dukungan Beijing disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Menurutnya, tindakan tersebut akan memperlancar pemilu Kamboja tahun depan.
Seperti diberitakan sebelumnya, MA setempat melarang atau membubarkan partai oposisi, Camboja National Rescue Party (CNRP) atau Partai Penyelamat Nasional Kamboja pada pekan lalu. Pembubaran itu atas permintaan Perdana Menteri Hun Sen.
Baca: Mahkamah Agung Kamboja Bubarkan Partai Oposisi
CNRP dilarang di negara itu setelah pemimpinnya, Kem Sokha, ditangkap atas tuduhan melakukan pengkhianatan terhadap negara. Pemerintah Hun Sen mengatakan bahwa Kem Sokha berusaha mengambil kekuasaan dengan bantuan Amerika.
Namun, Kem Sokha menolak tuduhan itu dan membiarkan Hun Sen memperpanjang kekuasaan yang sudah lebih dari tiga dasawarsa dalam pemilu tahun depan.
Pemerintah AS telah memperingatkan bahwa pemilu Kamboja pada tahun 2018 “tidak akan sah, bebas atau pun adil”, setelah partai oposisi dibubarkan.
Baca juga: MA Kamboja Bubarkan Partai Oposisi, AS: Ini Sebuah Kemunduran
Dalam pertemuan pada hari Senin, Wang Yi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhon bahwa Beijing mendukung tindakan pemerintah.
”China mendukung upaya pihak Kamboja untuk melindungi stabilitas politik dan mencapai pembangunan ekonomi, serta percaya bahwa pemerintah Kamboja dapat memimpin rakyat untuk menangani tantangan domestik dan asing, dan pemilu tahun depan akan terus berjalan lancar,” kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (21/11/2017), seperti dilansir Reuters.
PM Hun Sen adalah mantan komandan Khmer Merah, salah satu sekutu paling penting Beijing di Asia Tenggara.
Dukungan Beijing disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Menurutnya, tindakan tersebut akan memperlancar pemilu Kamboja tahun depan.
Seperti diberitakan sebelumnya, MA setempat melarang atau membubarkan partai oposisi, Camboja National Rescue Party (CNRP) atau Partai Penyelamat Nasional Kamboja pada pekan lalu. Pembubaran itu atas permintaan Perdana Menteri Hun Sen.
Baca: Mahkamah Agung Kamboja Bubarkan Partai Oposisi
CNRP dilarang di negara itu setelah pemimpinnya, Kem Sokha, ditangkap atas tuduhan melakukan pengkhianatan terhadap negara. Pemerintah Hun Sen mengatakan bahwa Kem Sokha berusaha mengambil kekuasaan dengan bantuan Amerika.
Namun, Kem Sokha menolak tuduhan itu dan membiarkan Hun Sen memperpanjang kekuasaan yang sudah lebih dari tiga dasawarsa dalam pemilu tahun depan.
Pemerintah AS telah memperingatkan bahwa pemilu Kamboja pada tahun 2018 “tidak akan sah, bebas atau pun adil”, setelah partai oposisi dibubarkan.
Baca juga: MA Kamboja Bubarkan Partai Oposisi, AS: Ini Sebuah Kemunduran
Dalam pertemuan pada hari Senin, Wang Yi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhon bahwa Beijing mendukung tindakan pemerintah.
”China mendukung upaya pihak Kamboja untuk melindungi stabilitas politik dan mencapai pembangunan ekonomi, serta percaya bahwa pemerintah Kamboja dapat memimpin rakyat untuk menangani tantangan domestik dan asing, dan pemilu tahun depan akan terus berjalan lancar,” kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (21/11/2017), seperti dilansir Reuters.
PM Hun Sen adalah mantan komandan Khmer Merah, salah satu sekutu paling penting Beijing di Asia Tenggara.
(mas)