Perang Thailand-Kamboja Meluas dari Darat ke Laut, Ini Analisisnya

Senin, 22 Desember 2025 - 10:38 WIB
loading...
Perang Thailand-Kamboja...
Pasukan Thailand menembaki wilayah Kamboja dari atas kapal Angkatan Laut. Foto/Facebook/Thai Military Force
A A A
BANGKOK - Angkatan Laut Kerajaan Thailand yang dilatih Amerika Serikat (AS) pada Sabtu pekan lalu bersiap untuk menghentikan semua kapal Thailand di Teluk Thailand yang mengangkut bahan bakar dan perlengkapan militer ke Kamboja. Ini adalah penggunaan besar pertama Angkatan Laut yang dilengkapi artileri dalam perang perbatasan yang telah berlangsung selama lima bulan.

Armada Ketujuh AS menggunakan Teluk Thailand ketika kapal induk dan kapal lainnya berlabuh di dekat Bangkok di pelabuhan Sattahip tempat Komando Area Angkatan Laut Pertama Thailand berada untuk mengamankan teluk—yang dipenuhi dengan pulau-pulau berpenghuni Thailand dan Kamboja, fasilitas Angkatan Laut, dan anjungan minyak.

Selain mencegat kapal-kapal Thailand, termasuk kapal penangkap ikan dan kapal komersial, Angkatan Laut Thailand mengatakan akan menghentikan kapal-kapal milik Thailand yang berlayar di bawah bendera dan registrasi asing, jika mereka dicurigai mengangkut bahan bakar, senjata, amunisi, atau peralatan militer lainnya melintasi teluk untuk mencapai pantai selatan Kamboja.

Baca Juga: Tentara Bayaran Rusia Disebut Bantu Perang Kamboja Melawan Thailand, Moskow Angkat Bicara

Para pejabat Bangkok mengatakan perusahaan pelayaran Thailand yang memfasilitasi perjalanan mereka, pemilik kapal, pemasok, penyedia perbekalan kapal, dan pihak lain yang terkait dengan kapal-kapal Thailand yang melanggar larangan tersebut juga akan dimintai pertanggungjawaban.

Angkatan Laut Thailand memperingatkan para pengirim barang tentang "zona berisiko tinggi" di perairan timur laut Teluk Thailand, dekat dengan kota-kota pantai dan pelabuhan-pelabuhan yang tersebar di Kamboja selatan. Garis pantai tersebut dipenuhi oleh penyelundup, pedagang manusia, buronan, dan pihak lain yang secara ilegal menggunakan perahu kecil untuk menghindari penyeberangan perbatasan darat Thailand-Kamboja di dekatnya.

Laporan media Thailand mengeklaim Kamboja telah mengerahkan drone untuk terbang rendah dan berpotensi mengganggu atau mengebom anjungan minyak di teluk, termasuk yang dioperasikan oleh PTTEP milik negara Thailand. Seorang sumber di industri tersebut mengatakan kepada Asia Times bahwa anjungan Chevron juga melaporkan aktivitas drone di atas aset mereka.

Lebih lanjut, laporan Asia Times menyebutkan Angkatan Laut Thailand telah mengerahkan helikopter dan kapal untuk melindungi anjungan itu.

"Deklarasi zona berisiko tinggi bukanlah blokade atau penutupan Teluk," kata juru bicara Angkatan Laut Thailand Kapten Nara Khunthothom.

“Operasi ini berkaitan dengan konflik bilateral antara Thailand dan Kamboja, dan tindakan kita tidak boleh berdampak pada negara ketiga. Kita akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memutus pasokan ini,” kata Nara.

“Ini adalah pendekatan damai untuk membatasi kemampuan Kamboja untuk bertindak melawan Thailand,” kata Menteri Pertahanan Thailand Jenderal Nattaphon Narkphanich kepada wartawan.

Nattaphon mengatakan selain kapal kargo, feri penumpang, dan kapal lainnya, lebih dari 10.000 kapal penangkap ikan beroperasi di perairan dangkal Teluk Thailand.

Dewan Keamanan Nasional mendukung Pusat Komando Penegakan Maritim Thailand (Thai-MECC) untuk bertanggung jawab menghentikan kapal-kapal tersebut. Juru bicara Thai-MECC Laksamana Angkatan Laut Jumbol Nakbua mengatakan pencegahan tersebut mencakup pengawasan maritim terhadap kargo termasuk transfer saat di laut, serta pemuatan dan pembongkaran di darat.

Para ahli teknologi, detektif, pakar perkapalan, peneliti militer, dan lainnya di Thailand telah mulai melacak kapal-kapal mencurigakan di teluk, dan mem-posting bukti mereka secara online. Banyak dari mereka menggunakan MarineTraffic.com untuk menentukan lokasi kapal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved