PM Australia Sebut Isi Surat Korut Caci Maki untuk Trump

Jum'at, 20 Oktober 2017 - 14:23 WIB
PM Australia Sebut Isi...
PM Australia Sebut Isi Surat Korut Caci Maki untuk Trump
A A A
CANBERRA - Perdana Menteri Australia menolak surat luar biasa dari Korea Utara (Korut) untuk Parlemen Australia dan sejumlah negara lain. Ia menyebut surat tersebut sebagai kata-kata kasar untuk Presiden Donald Trump dan sebuah pertanda bahwa Pyongyang mulai merasakan tekanan dari sanksi yang meningkat.

Surat dari Komite Luar Negeri Korea Utara, yang berjudul "Surat Terbuka untuk Parlemen di Berbagai Negara," menyerang Trump terhadap pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa bulan lalu. Kala itu, Trump mengancam untuk menghancurkan Korut jika diprovokasi.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan bahwa surat tersebut dikirim ke banyak negara lain dan juga Australia. Turnbull sebelumnya berjanji untuk membantu Amerika Serikat (AS), sekutu perjanjian pertahanan, dalam konflik dengan Pyonyang.

"Sebenarnya tidak banyak yang mengatakan tentang Australia. Ini pada dasarnya adalah sebuah kata-kataan tentang betapa buruknya Donald Trump," kata Turnbull seperti dikutip dari Washington Post, Jumat (20/10/2017).

"Ini konsisten dengan teriakan mereka dan mengeluh tentang Donald Trump," katanya, menambahkan bahwa Korut yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dengan mengancam untuk menembakkan rudal nuklir ke Jepang, Korea Selatan dan AS.

Turnbull tidak menyebutkan bahwa Korut sebelumnya juga mengancam serangan rudal terhadap Australia, yang menjadi tempat bagi Korps Marinir AS di pesisir utara.

Turnbull mengatakan bahwa surat tersebut merupakan reaksi terhadap sanksi yang meningkat dengan suara bulat disetujui oleh Dewan Keamanan PBB pada 11 September lalu. Sanksi tersebut sebagai tanggapan atas uji coba nuklir keenam Korut seminggu sebelumnya.

"Saya pikir mereka mulai merasakan tekanan dan itu karena China, dengan kreditnya yang besar, meskipun sejarah panjang dan sangat dekat dengan Korea Utara, adalah bagian dari sanksi global termasuk membatasi ekspor minyak ke Korea Utara," terang Turnbull.

"Jadi semakin ketat sanksi ekonomi yang diterapkan, semakin besar prospek kita untuk menyelesaikan situasi itu tanpa konflik," tambahnya.

Sanksi terakhir melarang Korut mengimpor semua minyak dan kondensat gas alam, serta menghentikan impor minyak mentahnya. Sanksi juga melarang semua ekspor tekstil, melarang semua usaha patungan dan operasi koperasi, dan melarang setiap negara mengizinkan izin kerja baru untuk pekerja asal Korut - sumber utama pemasukan untuk negara Asia timur laut itu.

Surat tersebut dikirim dari Kedutaan Besar Korea Utara ke Jakarta ke Kedutaan Besar Australia di Indonesia pada 28 September.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan itu adalah surat pertama kepada seorang menteri luar negeri Australia yang dikirim oleh Korut. Korea Utara biasanya berkomunikasi melalui kantor berita KCNA.

Kantor Bishop mengatakan bahwa menteri tersebut tidak mengetahui negara-negara lain yang menerima surat terbuka tersebut, yang mengatakan bahwa AS membuat resolusi sanksi ilegal.
(ian)
Berita Terkait
Dulu Resor Bintang 5,...
Dulu Resor Bintang 5, Hotel Terapung Pertama Ini Jadi Besi Karatan di Pelabuhan Korut
Australia-Korsel Teken...
Australia-Korsel Teken Perjanjian Pertahanan Senilai Rp10,2 Triliun
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Australia Kirim Kapal...
Australia Kirim Kapal Perang untuk Misi yang Targetkan Korea Utara
Jadi Broker Korut dan...
Jadi Broker Korut dan Indonesia, Pria Australia Dihukum Penjara
Korut Kecam Pakta AUKUS,...
Korut Kecam Pakta AUKUS, Sebut Bawa Dunia Lebih Dekat ke Perang Nuklir
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
2 jam yang lalu
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
4 jam yang lalu
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
7 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
8 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
9 jam yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
10 jam yang lalu
Infografis
Rencana Trump untuk...
Rencana Trump untuk Gaza Sama dengan Pembersihan Etnis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved