Dulu Resor Bintang 5, Hotel Terapung Pertama Ini Jadi Besi Karatan di Pelabuhan Korut

Jum'at, 12 November 2021 - 14:39 WIB
loading...
Dulu Resor Bintang 5,...
Dulu resor bintang 5, hotel terapung pertama di dunia ini jadi besi karatan di pelabuhan Korut. Foto/CNN
A A A
SEOUL - Dulunya merupakan resor bintang lima eksklusif yang mengapung langsung di atas Great Barrier Reef Australia . Hari ini, ia berada di pelabuhan Korea Utara (Korut), 20 menit berkendara dari Zona Demiliterisasi, area terlarang yang memisahkan kedua Korea.

Untuk hotel terapung pertama di dunia, itu menjadi perhentian terakhir dalam perjalanan 10.000 mil yang aneh. Perjalanan lebih dari 30 tahun lalu itu dimulai dengan menggunakan helikopter untuk menyambanginya dan penuh makanan mewah berakhir dengan tragedi.

Sekarang ditandai untuk dibongkar, kapal berkarat dengan masa lalu yang penuh warna ini menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Hotel terapung ini merupakan gagasan dari Doug Tarca, seorang penyelam profesional dan pengusaha kelahiran Italia yang tinggal di Townsville, di pantai timur laut Queensland, Australia.

"Dia sangat mencintai dan menghargai Great Barrier Reef," kata Robert de Jong, kurator di Townsville Maritime Museum seperti dikutip dari CNN, Jumat (12/11/2021).

Pada tahun 1983, Tarca memulai sebuah perusahaan, Reef Link, untuk mengangkut day-trippers melalui katamaran dari Townsville ke formasi karang di lepas pantai.

Baca juga: Kekayaaan Kim Jong-un yang Tak Diketahui Banyak Orang, Mulai Jet Pribadi Sampai Senjata Nuklir

"Tapi kemudian dia berkata: 'Tunggu. Bagaimana dengan membiarkan orang tinggal di karang semalaman?'" ungkap de Jong.

Awalnya, Tarca berpikir untuk menambatkan kapal pesiar tua secara permanen ke karang, tetapi ia kemudian menyadari akan lebih murah dan lebih ramah lingkungan untuk merancang dan membangun hotel terapung khusus sebagai gantinya. Konstruksi dimulai pada 1986 di galangan kapal Bethlehem Singapura, anak perusahaan dari perusahaan baja terbesar AS yang sekarang sudah tidak beroperasi lagi.

Hotel ini menelan biaya sekitar USD45 juta atau lebih dari USD100 juta saat ini dan diangkut dengan kapal angkat berat ke John Brewer Reef, lokasi yang dipilihnya di dalam Taman Laut Great Barrier Reef Australia.

"Ini adalah karang berbentuk tapal kuda, dengan perairan tenang di tengahnya, sangat ideal untuk hotel terapung," tutur de Jong.

Hotel ini diamankan ke dasar laut dengan tujuh jangkar besar, diposisikan sedemikian rupa sehingga tidak akan merusak karang. Tidak ada limbah yang dipompa ke laut, air disirkulasikan kembali dan sampah apa pun dibawa ke lokasi di daratan, agak membatasi dampak lingkungan dari struktur tersebut.

Dinamakan Four Seasons Barrier Reef Resort, secara resmi dibuka untuk bisnis pada tanggal 9 Maret 1988.

"Itu adalah hotel bintang lima dan tidak murah," ucap de Jong. "(Hotel) itu memiliki 176 kamar dan dapat menampung 350 tamu. Ada klub malam, dua restoran, laboratorium penelitian, perpustakaan, dan toko tempat Anda bisa membeli peralatan menyelam. Bahkan ada lapangan tenis, meskipun saya pikir sebagian besar bola tenis mungkin berakhir di Pasifik," selorohnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Solusi Menginap Berkualitas...
Solusi Menginap Berkualitas dengan Biaya Terjangkau Mulai Rp100.000
Usai Serangan Udara...
Usai Serangan Udara AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tinggalkan Irak Kembali ke Teheran
Netizen Heboh! Trump...
Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki
Rekomendasi
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
Terungkap, Polisi Amankan...
Terungkap, Polisi Amankan 15 Saksi saat Geledah 12 Lokasi
Temui Warga Mangkang,...
Temui Warga Mangkang, Wali Kota Agustina Intervensi Sektor Kesehatan, Hunian, hingga Pengairan
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved