Nenek Jihad asal Prancis Dijatuhi Hukuman 10 Tahun Penjara

Sabtu, 07 Oktober 2017 - 12:08 WIB
Nenek Jihad asal Prancis...
Nenek Jihad asal Prancis Dijatuhi Hukuman 10 Tahun Penjara
A A A
PARIS - Seorang wanita radikal asal Prancis yang dijuluki 'Nenek Jihad' telah dipenjara selama 10 tahun. Ia dihukum setelah mengikuti anaknya ke Suriah, di mana ia memperjuangkan Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS).

Christine Riviere (51) dihukum setelah diadili di mana dia didakwa melakukan persekongkolan kriminal dengan maksud untuk mempersiapkan tindakan teroris.

Nenek Jihad mengatakan bahwa dia mengikuti anak laki-laki tertuanya ke Suriah untuk mendukung dan menghabiskan waktu bersamanya, jika dia menghadapi kematian dini.

Putra Riviere, Tylor Vilus, masuk Islam tahun 2011 pada usia 21. Dia dengan cepat menjadi radikal, pindah ke Tunisia untuk terlibat dengan kelompok jihad di sana.

Dia mengikutinya ke Tunisia, juga bertobat, dan mulai mengikuti pandangan radikal anak laki-lakinya.

Vilus berangkat ke Suriah pada tahun 2013, didukung oleh dukungan ibunya yang mengiriminya uang dan dorongan semangat.

Ketika anaknya pergi ke Suriah pada tahun 2013 dan mengatakan kepadanya bahwa dia sedang naik pangkat di IS, Riviere dilaporkan menjawab: "Saya tahu. Kamu akan melakukannya dengan baik, Kamu dilahirkan untuk itu," seperti disitat dari Russia Today, Sabtu (7/10/2017).

Dia juga diduga berhubungan dengan potensi pengantin, sebutan bagi orang yang ingin bergabung dengan ISIS.

Riviere mengunjungi anaknya di Suriah tiga kali pada tahun 2013 dan 2014. Ia ditangkap pada bulan Juli 2014 karena diduga berusaha pindah ke Suriah secara permanen. Seorang yang mengaku suaminya dilaporkan menunggunya saat tiba di negara tersebut.

Menurut dokumen pengadilan yang diterbitkan oleh Le Monde, dalam persidangan ia mengatakan bahwa ia menikmati Suriah dan memilihnya ketimbang Prancis meskipun terjadi pemboman dan penembakan.

"Saya ingin memanfaatkan sebaik-baiknya anak saya sebelum dia meninggal. Saya tahu itu akan terjadi, tentu saja, dan jika itu terjadi saya akan bahagia untuknya karena saya tahu apa artinya bagi dia. Saya tahu dia akan memiliki tempat di surga. Saya menginginkan apa yang dia inginkan, seperti setiap ibu yang baik," tutur Riviere kepada penyidik.

Dia menolak klaim bahwa dia mendukung ISIS secara finansial, mengatakan kepada penyidik
(ian)
Berita Terkait
Gagal Mengebom Gereja...
Gagal Mengebom Gereja Prancis, Pria Aljazair Dibui Seumur Hidup
Tersangka Utama Serangan...
Tersangka Utama Serangan Teror Paris Sebut Dirinya Tentara ISIS
4 Negara di Eropa Diprediksi...
4 Negara di Eropa Diprediksi Jadi Target Serangan ISIS-Khorasan
Media Lebanon: Militan...
Media Lebanon: Militan ISIS Berencana Bunuh Macron
Pemimpin ISIS di Sahara...
Pemimpin ISIS di Sahara Raya Dibunuh Pasukan Prancis
Setelah Rusia, Prancis...
Setelah Rusia, Prancis Jadi Target Teror ISIS-Khorasan
Berita Terkini
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
4 menit yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
47 menit yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
56 menit yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
1 jam yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
2 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved