AS Ancam Cabut dari Kesepakatan Nuklir, Ini Kata Rouhani

Kamis, 21 September 2017 - 09:26 WIB
AS Ancam Cabut dari...
AS Ancam Cabut dari Kesepakatan Nuklir, Ini Kata Rouhani
A A A
NEW YORK - Iran mengatakan pihaknya tidak mengharapkan Ameriak Serikat (AS) untuk meninggalkan kesepakatan nuklir Iran. Hal itu dikatakan oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani, di sela-sela pertemuan para pemimpin dunia dalam Majelis Umum PBB.

"Kami tidak berpikir Trump akan keluar dari kesepakatan meskipun ada retorika dan propaganda," kata Rouhani seperti dikutip dari Reuters, Kamis (21/9/2017).

Meski tidak menghendaki AS untuk keluar dari kesepakatan nuklir, Rouhani mengesampingkan gagasan untuk menegosiasi ulang pakta tersebut.

"Kesepakatan nuklir tetap seperti apa adanya atau akan runtuh," tegasnya.

Saat berbicara di Majelis Umum PBB, Rouhani mengatakan bahwa Iran tidak akan bisa ditekan oleh pendatang yang relatif baru ke panggung dunia. Pernyataan sebagai tanggapan atas pidato Presiden AS Donald Trump sebelumnya.

Namun dia juga mengatakan bahwa Iran ingin mempertahankan komitmennya dengan enam kekuatan dunia. Teheran setuju untuk membatasi program nuklirnya setidaknya selama satu dekade. Sebagai gantinya, sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Teheran akan dilonggarkan.

"Republik Islam Iran tidak akan menjadi negara pertama yang melanggar kesepakatan tersebut," tegas Rouhani, menambahkan bahwa Iran akan menanggapi "dengan tegas dan meyakinkan" atas pelanggaran oleh pihak manapun.

"Akan sangat disayangkan jika kesepakatan ini harus dihancurkan oleh pendatang baru yang 'nakal' ke dunia politik: dunia akan kehilangan kesempatan besar," katanya menyindur Trump, yang pada hari Selasa menyebut Iran sebagai negara "nakal".

Presiden AS, Donald Trump, menyebut perjanjian nuklir Iran sebagai sebuah kesepakatan yang buruk yang pernah dilakukan oleh AS. Ia pun menyatakan telah membuat keputusan terhadap perjanjian itu, namun tidak mau mengungkapkannya.

Trump harus memutuskan pada 15 Oktober apakah akan menyatakan bahwa Iran mematuhi pakta tersebut, sebuah keputusan yang dapat menenggelamkan kesepakatan tersebut. Jika tidak, Kongres AS memiliki waktu 60 hari untuk memutuskan apakah akan menjatuhkan sanksi membebaskan diri dari perjanjian tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Iran Umumkan Perundingan...
Iran Umumkan Perundingan Nuklir dengan Rusia dan China
Diplomat dari Lima Negara,...
Diplomat dari Lima Negara, Tanpa AS, Lanjutkan Perundingan Nuklir Iran
Iran: AS Jadikan Protes...
Iran: AS Jadikan Protes Mahsa Amini Alat Konsesi Perundingan Nuklir
Anggota Parlemen Iran:...
Anggota Parlemen Iran: Tentara AS Berisiko Neraka jika Perundingan Nuklir Gagal
Trump Surati Pemimpin...
Trump Surati Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei, Desak Perundingan Nuklir
Berita Terkini
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
39 menit yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
1 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
2 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
3 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved