Abaikan Perintah, Polisi Izinkan Pengungsi Rohingya Masuk Bangladesh

Minggu, 03 September 2017 - 00:16 WIB
Abaikan Perintah, Polisi...
Abaikan Perintah, Polisi Izinkan Pengungsi Rohingya Masuk Bangladesh
A A A
DHAKA - Polisi Bangladesh mengabaikan perintah pemerintah untuk mencegah etnis Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar di persimpangan perbatasan. Etnis Rohingya yang melarikan diri berhasil melakukan streaming menunjukkan polisi Bangladesh tidak menghentikan mereka saat melalui penyebrangan.

PBB sekarang memperkirakan bahwa 58.000 pengungsi telah berhasil menyeberang ke Bangladesh. Sementara sebanyak 20.000 etnis Rohingya lainnya diperkirakan terjebak di sepanjang sungai Naf, yang membentuk perbatasan kedua negara.

Lembaga bantuan mengatakan mereka berisiko tenggelam, terkena penyakit dan menjadi korban ular berbisa seperti dikutip dari BBC, Minggu (3/9/2017).

Kekerasan meletus di negara bagian Rakhine, Myanmar, lebih dari seminggu yang lalu. Para pengungsi menuduh pasukan keamanan Myanmar dan gerilyawan Budha membakar desa mereka.

Namun pemerintah Myanmar mengatakan pasukan keamanan menanggapi aksi penyerangan terhadap lebih dari 20 pos polisi oleh militan Rohingya pada bulan lalu.

Bentrokan selanjutnya telah membuat warga sipil dari semua komunitas melarikan diri.

Kelompok kampanye Human Rights Watch telah merilis citra satelit baru dari Myanmar. Menurut mereka, citra satelit menunjukkan bahwa lebih dari 700 rumah telah dibakar di sebuah desa Rohingya.

"Sejauh yang dapat kami katakan, penghancuran terjadi pada tanggal 25 Agustus di pagi hari, dan tampaknya telah sempurna dan menyeluruh. Sekitar 99% bangunan di desa itu hancur," kata direktur deputi Asia Human Rights Watch, Phil Robertson.

Rakhine, wilayah termiskin di Myanmar, adalah rumah bagi lebih dari satu juta Rohingya. Mereka telah menghadapi puluhan tahun penganiayaan di negara mayoritas Budha, di mana mereka tidak dianggap sebagai warga negara.

Telah terjadi gelombang kekerasan mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan saat ini adalah yang paling signifikan sejak Oktober 2016, ketika sembilan polisi tewas dalam serangan terhadap pos perbatasan.

Sampai saat itu belum ada indikasi adanya pemberontakan bersenjata, meski ada ketegangan etnis.

Kedua serangan tersebut pada bulan Oktober dan pada tanggal 25 Agustus dilakukan oleh sebuah kelompok yang disebut Arakan Rohingya Salvation Army (Arsa).

Dikatakan bahwa tujuannya adalah untuk melindungi Muslim Rohingya dari represi negara di Myanmar. Pemerintah mengatakan itu adalah kelompok teroris.

Militer juga melakukan tindakan kekerasan setelah serangan pada bulan Oktober yang menyebabkan tuduhan pemerkosaan, pembunuhan dan penyiksaan tersebar luas. Puluhan ribu orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh saat itu.

PBB sekarang melakukan penyelidikan formal, meskipun militer Myanmar membantah melakukan kesalahan.
(ian)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Pemimpin Tertinggi Rohingya...
Pemimpin Tertinggi Rohingya Ditembak Mati di Bangladesh usai Salat
Berita Terkini
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
12 menit yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
54 menit yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
1 jam yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
2 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
2 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved