Di Forum PBB, Vanuatu Kembali Tuduh Indonesia Langgar HAM di Papua

Jum'at, 11 Agustus 2017 - 01:22 WIB
Di Forum PBB, Vanuatu...
Di Forum PBB, Vanuatu Kembali Tuduh Indonesia Langgar HAM di Papua
A A A
WELLINGTON - Vanuatu dalam forum PBB kembali menuduh pasukan Indonesia melanggar HAM, hak kebebasan berekspresi dan hak berkumpul warga di Papua. Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar-nya di Selandia Baru menolak tuduhan tersebut.

Vanuatu dalam forum PBB bukan sekali ini menuduh pasukan Indonesia melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Papua. Pemerintah negara itu bahkan berulang kali menyerukan PBB bertindak atas apa yang dituduhkan tersebut.

Tuduhan terbaru itu mengacu pada penangkapan sejumlah demonstran di Papua baru-baru ini.

Minister Counsellor di Kedutaan Indonesia, Wanton Saragih, membantah bahwa orang-orang Papua ditangkap karena menjalankan hak-hak dasar mereka seperti hak kebebasan berekspresi.

Baca:
Usik Indonesia, Negara-negara Pasifik Ikut Campur soal Papua Barat

Berani Ikut Campur Urusan RI soal Papua, Ini Dalih Negara Pasifik
Tujuh Negara Pasifik Usik Papua Lagi, Indonesia Kesal


Saragih membantah laporan RNZ dan laporan lain yang menyebut lebih dari seratus orang Papua ditangkap dan diperlakukan secara kasar oleh polisi di Kota Nabire, pada bulan lalu.

”Pada tanggal 6 Juli, puluhan orang dibawa ke kantor polisi di Nabire atas tuduhan dan laporan bahwa mereka berperan dalam membagikan brosur yang menyerukan tindakan melanggar hukum,” kata Saragih.

”Pihak berwenang menentukan bahwa kelompok tersebut tidak memberikan pemberitahuan yang benar atau mengantongi izin untuk mengadakan demonstrasi,” lanjut Saragih, seperti dikutip dari RNZ, Jumat (11/8/2017).

Saragih mengatakan, orang-orang Papua diperlakukan dengan hormat dan bermartabat oleh polisi yang membebaskan mereka dengan mengantarkan mereka ke tempat asal mereka pada keesokan harinya.

Dia menjelaskan bahwa demonstrasi merupakan peristiwa umum di banyak kota di Indonesia.

”Hak masyarakat untuk secara damai menyuarakan pendapat mereka dilindungi oleh undang-undang," kata Saragih. Menurutnya, pernyataan dan tuduhan dari Vanuatu tentang Papua di forum internasional tidak membantu.

”Vanuatu juga harus memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat,” seru Saragih.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Tolak Tuduhan...
Indonesia Tolak Tuduhan Vanuatu di Sidang Umum PBB
Indonesia Sebut Vanuatu...
Indonesia Sebut Vanuatu Tukang PHP di Sidang Umum PBB
Vanuatu Mengeluh Diserang...
Vanuatu Mengeluh Diserang Troll Online usai Usik RI soal Papua Barat
Diplomat Silvany: Papua...
Diplomat Silvany: Papua Barat Bagian Indonesia Sudah Final, Vanuatu Bodoh
Mengenal Vanuatu, Negara...
Mengenal Vanuatu, Negara Kecil yang Selalu Usik Indonesia soal Papua Barat
Kembali Usik Indonesia...
Kembali Usik Indonesia Soal Papua, Indonesia: Faktanya Vanuatu Bela Separatisme
Berita Terkini
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
26 menit yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
1 jam yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
2 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
2 jam yang lalu
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved