Raja Thailand Tanda Tangani Konstitusi Baru

Jum'at, 07 April 2017 - 22:27 WIB
Raja Thailand Tanda...
Raja Thailand Tanda Tangani Konstitusi Baru
A A A
BANGKOK - Raja Thailand Maha Vajiralongkorn menandatangani konstitusi baru di istana, kemarin. Langkah ini membuka jalan untuk penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) mendatang sesuai janji junta militer untuk memulihkan demokrasi setelah kudeta 2014.

Konstitusi baru itu merupakan undang-undang dasar Thailand ke-20 sejak berakhirnya monarki absolut pada 1932. Para pengkritik menilai konstitusi baru itu akan memperkuat posisi militer dalam beberapa tahun atau dekade ke depan. Perubahan terbaru itu juga menegaskan kekuasaan raja saat negara dalam kondisi krisis.

“Semoga rakyat Thailand bersatu seterusnya dan melindungi konstitusi untuk mempertahankan demokrasi dan kedaulatan mereka,” ungkap seorang pejabat dari Biro Kesekretariatan Kerajaan Thailand dalam acara penandatanganan tersebut, dikutip kantor berita Reuters. Konstitusi baru ini menggantikan dokumen sementara yang berlaku setelah kudeta 2014.

Rakyat Thailand mendukung konstitusi baru itu melalui referendum Agustus lalu. Meski demikian, istana meminta perubahan pada Januari setelah Raja Vajiralongkorn mengambil alih takhta dari mendiang ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej, yang telah berkuasa lebih tujuh dekade. Salah satu perubahan memungkinkan raja pergi ke luar negeri tanpa menunjuk seorang bupati.

Raja pernah tinggal beberapa tahun di Jerman, tempat dia memiliki seorang putra yang sedang sekolah. Perubahan lain adalah pencabutan pasal penyerahan kekuasaan pada pengadilan konstitusi dan lembaga lain saat terjadi krisis. Pencabutan pasal itu akan memperkuat peran raja saat mengatasi krisis yang muncul.

“Secara praktis, raja akan memiliki lebih banyak peran, lebih banyak wewenang,” ujar Kan Yuenyong, Direktur Eksekutif Lembaga Peneliti Siam Intelligence Unit. Masih ada banyak proses sebelum pemilu yang harus dilakukan atau bahkan hingga larangan dicabut pada partai-partai politik. Menurut kerangka waktu yang dicantumkan di konstitusi, pemilu dapat digelar akhir 2018 jika tidak terjadi penundaan lagi.
(esn)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
3 Alasan Mojtaba Tidak...
3 Alasan Mojtaba Tidak Menghadiri Pemakaman Ayahnya, Ada Indikasi Serangan Israel
26 menit yang lalu
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
2 jam yang lalu
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
6 jam yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
7 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
8 jam yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
9 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved