Lavrov: Aksi AS di Suriah Mirip Intervensi Militer ke Irak
Jum'at, 07 April 2017 - 16:49 WIB
Lavrov: Aksi AS di Suriah Mirip Intervensi Militer ke Irak
A
A
A
TASHKENT - Menteri Luar Negeri Rusia, Servei Lavrov, mengecam serangan udara Amerika Serikat (AS) ke Suriah. Menurutnya, tindakan AS itu mengingatkan akan intervensi militer di Irak 14 tahun lalu.
"Hal ini mengingatkan pada situasi tahun 2003, ketika AS, kerajaan Inggris dengan beberapa sekutunya menginvasi Irak tanpa persetujuan Dewan Keamanan, dalam sebuah pelanggaran berat hukum internasional," kata Lavrov di Uzbekistan seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (7/4/2017).
Lavrov menggarisbawahi bahwa akhir serangan Kamis yang menewaskan lima orang, menurut gubernur Homs, adalah tindakan agresi di bawah dalih yang benar-benar palsu.
"Rusia berharap provokasi AS di Suriah tidak akan menimbulkan hasil yang tidak dapat diubah," ucap Lavrov, sembari menambahkan Rusia akan menarik kesimpulan terhadap hubungan dengan AS menyusul serangan rudal di Suriah.
Pada Kamis malam, Amerika Serikat meluncurkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke lapangan udara militer Suriah di Ash Sha'irat, terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) dari kota Homs.
Menurut Gubernur Homs Talal Barazi, serangan itu menewaskan lima orang dan melukai tujuh lainnya. Sementara menurut kelompok pemantau, Observatorium Suriah untuk HAM, serangan tersebut menewaskan 4 tentara dan hampir menghancurkan basis udara itu.
Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan itu merupakan tanggapan terhadap dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah Idlib pada Selasa, yang Washington menyalahkan pada pemerintah Suriah. Sekitar 80 orang tewas akibat serangan horor tersebut, termasuk puluhan anak-anak.
"Hal ini mengingatkan pada situasi tahun 2003, ketika AS, kerajaan Inggris dengan beberapa sekutunya menginvasi Irak tanpa persetujuan Dewan Keamanan, dalam sebuah pelanggaran berat hukum internasional," kata Lavrov di Uzbekistan seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (7/4/2017).
Lavrov menggarisbawahi bahwa akhir serangan Kamis yang menewaskan lima orang, menurut gubernur Homs, adalah tindakan agresi di bawah dalih yang benar-benar palsu.
"Rusia berharap provokasi AS di Suriah tidak akan menimbulkan hasil yang tidak dapat diubah," ucap Lavrov, sembari menambahkan Rusia akan menarik kesimpulan terhadap hubungan dengan AS menyusul serangan rudal di Suriah.
Pada Kamis malam, Amerika Serikat meluncurkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke lapangan udara militer Suriah di Ash Sha'irat, terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) dari kota Homs.
Menurut Gubernur Homs Talal Barazi, serangan itu menewaskan lima orang dan melukai tujuh lainnya. Sementara menurut kelompok pemantau, Observatorium Suriah untuk HAM, serangan tersebut menewaskan 4 tentara dan hampir menghancurkan basis udara itu.
Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan itu merupakan tanggapan terhadap dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah Idlib pada Selasa, yang Washington menyalahkan pada pemerintah Suriah. Sekitar 80 orang tewas akibat serangan horor tersebut, termasuk puluhan anak-anak.
(ian)