Myanmar Tolak PBB Selidiki Pembantaian dan Pemerkosaan Rohingya

Minggu, 26 Maret 2017 - 04:29 WIB
Myanmar Tolak PBB Selidiki...
Myanmar Tolak PBB Selidiki Pembantaian dan Pemerkosaan Rohingya
A A A
RANGON - Pemerintah Myanmar menolak keputusan PBB untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM terhadap komunitas Muslim Rohingya di Rakhine. Dewan HAM PBB memutuskan akan menyelidiki laporan pembantaian dan pemerkosaan terhadap komunitas Muslim Rohingya oleh militer dan pasukan keamanan Myanmar.

Surat kabar yang dikelola pemerintah Myanmar pada hari Sabtu menerbitkan pernyataan Kementerian Luar Negeri Myanmar soal penolakan keputusan Dewan HAM PBB. Menurut kementerian tersebut, upaya PBB bukan menyelesaikan masalah, tapi akan mengorbankan lebih banyak pihak.

”Myanmar telah memisahkan diri dari resolusi secara keseluruhan,” bunyi pernyataan kementerian itu soal penolakan penyelidikan PBB. ”Keputusan itu tidak sesuai dengan situasi yang kompleks dan menantang di wilayah dan situasi nasional.”

Pemerintah Myanmar menegaskan akan menetapkan rencana aksi yang jelas untuk pelaksanaan rekomendasi interim yang dibuat oleh komisi terkait yang dipimpin Kofi Annan mantan Sekjen PBB.

Wakil Direktur Human Rights Watch (HRW) Asia, Phil Robertson, pelanggaran HAM berat telah terjadi di negara bagian Rakhine, terutama tentang perilaku militer. Dia menyayangkan pemerintah sipil yang dipimpin Aung San Suu Kyi, diam dan terkesan membiarkan pelanggaran HAM terhadap komunitas Rohingya terjadi.

”Untuk alasan ini, pemerintah sipil harus menyingkir dan membiarkan para penyelidik internasional melakukan pekerjaan mereka untuk mengungkapkan apakah pasukan keamanan Myanmar telah melakukan itu,” katanya kepada Anadolu, yang dikutip Minggu (26/3/2017).

”Namun, jika Aung San Suu Kyi dan pemerintahnya berusaha untuk memblokir penyelidikan, maka mereka harus mengakui bahwa di mata masyarakat internasional, mereka akan menjadi bagian dari masalah,” ujarnya.

Kekerasan terbaru terhadap komunitas Rohingya terjadi sejak 9 Oktober 2016 lalu. Mereka jadi korban respons militer dan pasukan keamanan atas penyerangan kelompok militan terhadap pos-pos polisi Myanmar di wilayah perbatasan yang menewaskan sejumlah petugas.

Setelah serangan di pos-pos polisi itu, Myanmar meluncurkan operasi militer di Rakhine. Para aktivis HAM dan korban selamat melaporkan banyak warga komunitas Muslim Rohingya dibunuh, dianiaya dan para perempuannya diperkosa. Ratusan warga Rohingya telah melarikan diri untuk mengungsi ke Bangladesh. Tapi, pemerintah dan militer Myanmar menyangkal laporan itu.
(mas)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
9 menit yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
1 jam yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
1 jam yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
3 jam yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
4 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved