Cindy Lee, Mantan Penari Telanjang yang Jadi Bakal Capres Prancis

Jum'at, 10 Maret 2017 - 07:13 WIB
Cindy Lee, Mantan Penari...
Cindy Lee, Mantan Penari Telanjang yang Jadi Bakal Capres Prancis
A A A
PARIS - Bursa kandidat calon presiden (capres) Prancis diramaikan dengan pencalonan Cindy Lee, 52, dari Pleasure Party atau Partai Kesenangan. Perempuan yang jadi bakal capres Prancis ini merupakan sosok kontroversial karena dia mantan penari telanjang.

Tak hanya latar belakangnya yang jadi sorotan publik Prancis. Aksi protesnya dengan telanjang dada atau topless juga meramaikan dinamika politik di negara tersebut.

Lee ditangkap oleh sekitar 30 petugas polisi antihuru-hara saat demo topless dan mencoba memasuki kantor parlemen Prancis pada 7 Maret lalu. Polisi menangkapnya karena mengira dirinya sosok aktivis Femen, aktivis perempuan yang kerap melakukan demo topless.

Politisi 52 tahun itu melakukan demo melawan korupsi di tubuh perpolitikan Prancis. Dia mengusung spanduk bertuliskan “mari kita telanjangi korupsi hingga ke bawah”. Spanduk itu dia jadikan alasan untuk membenarkan aksi topless-nya sebagai asumsi perlunya transparansi.

Demo “operasi transparansi” oleh Lee berlangsung sekitar 15 menit sebelum akhirnya dia ditangkap polisi.

”Partai Kesenangan menyesalkan penangkapan ini. Cindy Lee bermaksud untuk melanjutkan kampanyenya dan selalu mencari sponsor dari pejabat terpilih untuk memvalidasi pencalonannya,” kata pihak partai pimpinan Cindy Lee tersebut yang diterbitkan di situsnya.

Lee, yang nama aslinya adalah Isabelle Laeng, mendirikan Partai Kesenangan pada tahun 2001. Dia mencalonkan diri sebagai presiden untuk keempat kalinya, namun belum berhasil mengumpulkan 500 tanda tangan dari pejabat terpilih untuk memvalidasi pencalonannya.

Pada pemilu 2012, dia mendapatkan dukungan 224 suara dan melakukan kampanye topless. ”Saya berpikir bahwa politik harus dibuat baru dengan menarik keragaman, menyerukan orang-orang yang benar-benar peduli tentang masalah semua warga negara tanpa berusaha untuk mendapatkan keuntungan pribadi,” tulis Lee di website partainya, yang dikutip IB Times, semalam (9/3/2017).
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
Pogba Bantah Keluar...
Pogba Bantah Keluar dari Timnas Prancis karena Komentar Marcon
Berita Terkini
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
1 menit yang lalu
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
56 menit yang lalu
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
2 jam yang lalu
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
4 jam yang lalu
Taiwan Lawan Tekanan...
Taiwan Lawan Tekanan China di PBB, Tegaskan Status sebagai Negara Berdaulat
4 jam yang lalu
Infografis
Waspadai Penyakit yang...
Waspadai Penyakit yang Rentan Menyerang saat Mudik Lebaran
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved