Pemerintah Suriah Tuntut Oposisi Kutuk Serangan Homs
Minggu, 26 Februari 2017 - 14:32 WIB
Pemerintah Suriah Tuntut Oposisi Kutuk Serangan Homs
A
A
A
JENEWA - Delegasi Pemerintah Suriah pada pembicaraan damai di Jenewa menuntut kelompok oposisi untuk mengutuk serangan terhadap pasukan keamanan di Homs. Jika tidak, mereka akang dianggap sebagai teroris.
"Hari ini, kami berharap platform oposisi di Jenewa mengutuk serangan teroris ini," kata Kepala tim negosiasi Suriah, Bashar Ja'fari, setelah bertemu dengan mediator PBB Staffan de Mistura.
"Jika ada yang menolak untuk mengutuk serangan teroris ini maka ia adalah kaki tangan terorisme dan kami akan berurusan dengan mereka," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (26/2/2017).
Selain menuntut kelompok oposisi untuk mengutuk serangan di Homs, Ja'afari juga menunjuk Arab Saudi dan Turki yang mendukung pejuang Suria sebagai sponsor untuk terorisme.
"Kami memberitahu de Mistura bahwa kami sedang mencari kesamaan untuk melihat ke depan. Kami juga mengatakan kepadanya bagaimana kami bisa berdiskusi dengan siapa pun yang tidak mengutuk terorisme," katanya.
Ketika ditanya apakan pemerintah akan menerima tawaran pembicaraan langsung dengan anggota oposisi, Ja'afari mengatakan ia ingin melihat oposisi bersatu.
"Sebuah delegasi oposisi yang mengutuk terorisme dan tidak membenarkan itu tidak peduli apa dan oposisi yang tidak bekerja untuk melayani agenda," katanya.
"Hari ini, kami berharap platform oposisi di Jenewa mengutuk serangan teroris ini," kata Kepala tim negosiasi Suriah, Bashar Ja'fari, setelah bertemu dengan mediator PBB Staffan de Mistura.
"Jika ada yang menolak untuk mengutuk serangan teroris ini maka ia adalah kaki tangan terorisme dan kami akan berurusan dengan mereka," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (26/2/2017).
Selain menuntut kelompok oposisi untuk mengutuk serangan di Homs, Ja'afari juga menunjuk Arab Saudi dan Turki yang mendukung pejuang Suria sebagai sponsor untuk terorisme.
"Kami memberitahu de Mistura bahwa kami sedang mencari kesamaan untuk melihat ke depan. Kami juga mengatakan kepadanya bagaimana kami bisa berdiskusi dengan siapa pun yang tidak mengutuk terorisme," katanya.
Ketika ditanya apakan pemerintah akan menerima tawaran pembicaraan langsung dengan anggota oposisi, Ja'afari mengatakan ia ingin melihat oposisi bersatu.
"Sebuah delegasi oposisi yang mengutuk terorisme dan tidak membenarkan itu tidak peduli apa dan oposisi yang tidak bekerja untuk melayani agenda," katanya.
(ian)