Muslim Rohingya Ditindas, Malaysia Tak Akan Tinggal Diam
Sabtu, 04 Februari 2017 - 09:15 WIB
Muslim Rohingya Ditindas, Malaysia Tak Akan Tinggal Diam
A
A
A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengatakan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam melihat nasib komunitas Muslim Rohingnya yang ditindas di Myanmar. Komentar Najib muncul saat menyalurkan bantuan makanan untuk warga Rohingya melalui kapal di Boustead Cruise Centre.
”Kita tidak bisa tinggal diam dan puas dengan retorika dan resolusi belaka,” kata PM Najib. ”Kami ingin mengatakan, sudah cukup,” lanjut Najib mengacu pada penderitaan warga Rohingya di Rakhine, Myanmar, seperti dikutip The Star, Sabtu (4/2/2017).
Menurut Najib, armada kapal bantuan dari Malaysia membawa lebih dari 230 relawan dan 2.200 ton makanan dan kebutuhan pokok lainnya untuk membantu warga Rohingya.
“Rohingya telah banyak menderita, orang-orang ini dibunuh dan dibakar hidup-hidup, dan perempuan mereka diperkosa,” ujar Najib.
Penyaluran bantuan untuk warga Rohingya ini merupakan inisiatif bersama dari Putera 1Malaysia Club, Organisasi Dewan Konsultatif Islam dan LSM dari 13 negara.
Armada kapal penyalur bantuan akan melakukan perjalanan 20 hari ke Pelabuhan Yangoon. Selanjutnya menuju ke Teknaf di Bangladesh di mana para warga Rohingya mengungsi untuk menyelamatkan diri dari operasi militer Myanmar.
Pada konferensi pers, Najib mengatakan bahwa kapal bantuan Malaysia sedang berusaha untuk mendapatkan izin dari pemerintah Myanmar untuk berlayar langsung ke Sittwe, wilayah di mana warga Rohingya membutuhkan bantuan.
Namun, pemerintah Myanmar belum memberikan persetujuan. Najib mengklaim misi penyaluran bantuan murni kemanusiaan dan bukan dimotivasi oleh politik.
”Ini merupakan kontribusi kami berdasarkan prinsip kemanusiaan dan itu adalah cara terbaik yang bisa kita bantu,” ujarnya.
”Kita tidak bisa tinggal diam dan puas dengan retorika dan resolusi belaka,” kata PM Najib. ”Kami ingin mengatakan, sudah cukup,” lanjut Najib mengacu pada penderitaan warga Rohingya di Rakhine, Myanmar, seperti dikutip The Star, Sabtu (4/2/2017).
Menurut Najib, armada kapal bantuan dari Malaysia membawa lebih dari 230 relawan dan 2.200 ton makanan dan kebutuhan pokok lainnya untuk membantu warga Rohingya.
“Rohingya telah banyak menderita, orang-orang ini dibunuh dan dibakar hidup-hidup, dan perempuan mereka diperkosa,” ujar Najib.
Penyaluran bantuan untuk warga Rohingya ini merupakan inisiatif bersama dari Putera 1Malaysia Club, Organisasi Dewan Konsultatif Islam dan LSM dari 13 negara.
Armada kapal penyalur bantuan akan melakukan perjalanan 20 hari ke Pelabuhan Yangoon. Selanjutnya menuju ke Teknaf di Bangladesh di mana para warga Rohingya mengungsi untuk menyelamatkan diri dari operasi militer Myanmar.
Pada konferensi pers, Najib mengatakan bahwa kapal bantuan Malaysia sedang berusaha untuk mendapatkan izin dari pemerintah Myanmar untuk berlayar langsung ke Sittwe, wilayah di mana warga Rohingya membutuhkan bantuan.
Namun, pemerintah Myanmar belum memberikan persetujuan. Najib mengklaim misi penyaluran bantuan murni kemanusiaan dan bukan dimotivasi oleh politik.
”Ini merupakan kontribusi kami berdasarkan prinsip kemanusiaan dan itu adalah cara terbaik yang bisa kita bantu,” ujarnya.
(mas)