Hancurkan ISIS di Suriah, AS Minta Bantuan Inggris

Minggu, 29 Januari 2017 - 20:08 WIB
Hancurkan ISIS di Suriah,...
Hancurkan ISIS di Suriah, AS Minta Bantuan Inggris
A A A
LONDON - Pasukan khusus Inggris telah diminta untuk ambil bagian dalam rencana yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk menghancurkan Raqqa, Ibu Kota de facto ISIS di Suriah. Ini adalah permintaan pertama Washington sejak Perdana Menteri Theresa May dan Presiden Trump menegaskan kembali hubungan khusus kedua negara Jumat lalu.

Dikutip dari Expres, Minggu (29/1/2017), sumber Pentagon menegaskan bahwa PM May telah diundang untuk memindahkan pasukan sebesar batalion sebagi bagian dari brigade penyerangan yang baru berkekuatan 4.000 personil. Nantinya pasukan baru ini akan membangu pangkalan militer baru, yang didukung oleh helikopter serang Apache dan senjata berat, di lokasi bekas pangkalan Angkatan Udara Suriah di sebelah barat kota.

Sumber militer Inggris di Washington telah diberitahu bahwa Komandan AS ingin Inggris untuk menyebarkan sebanyak 600 tentara guna membantu konsolidasi dan mempertahankan pangkalan dari serangan ISIS.

"Kami telah diberitahu bahwa Inggris harus diminta untuk mendukung langkah final melawan ISIS di Suriah dan ini akan dibahas dengan Perdana Menteri," ucap seorang perwira senior Inggris.

"Menteri Pertahanan akan membuat rekomendasi akhir kepada Perdana Menteri. Kami saat ini memiliki lebih dari 800 tentara yang beroperasi di dalam kelompok Pasukan Khusus kami. Jumlah ini termasuk sejumlah tentara SAS yang juga mencakup ratusan spesialis dimana kesemuanya beroperasi di bawah Direktur Pasukan Khusus," jelasnya

Raqqa dikuasai pasukan ISIS pada 2013. Kota dengan populasi 90 ribu itu mengalami eksekusi massal terhadap kelompok Alawit dan warga Kristen.
(ian)
Berita Terkait
Inggris Kirim Bukti...
Inggris Kirim Bukti Terkait Algojo ISIS 'The Beatles' ke AS
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Dua Anggota Tim Jagal...
Dua Anggota Tim Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Jalani Persidangan di AS
2 Teroris ISIS Ini Takut...
2 Teroris ISIS Ini Takut Masuk Penjara Horor AS yang Dijuluki 'Neraka di Bumi'
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
32 menit yang lalu
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
1 jam yang lalu
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
2 jam yang lalu
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
3 jam yang lalu
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
4 jam yang lalu
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
5 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved