Netanyahu Sebut Pidato Kerry Bias dan Melawan Israel
Kamis, 29 Desember 2016 - 02:28 WIB
Netanyahu Sebut Pidato Kerry Bias dan Melawan Israel
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam pidato Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry soal solusi dua negara sebagai satu-satunya cara mendamaikan Israel dan Palestina. Pemimpin Israel itu menyebut pidato Kerry bias dan melawan Israel.
Netanyahu menilai pidato Kerry tak jauh beda dengan isi resolusi Dewan Keamanan PBB yang memerintahkan penghentian seluruh proyek permukiman di tanah Palestina yang diduduki Israel.
“Seperti resolusi Dewan Keamanan PBB, bahwa Menteri Kerry melangkah malam ini, pidatonya miring terhadap Israel,” kata Netanyahu dalam pernyataan berbahasa Inggris, seperti dikutip Reuters, Kamis (29/12/2016).
Netanyahu menuduh pidato Kerry “obsesif menangani permukiman” yang sangat ditentang AS. ”Kerry hampir menyentuh pada akar konflik, perlawanan Palestina kepada negara Yahudi dalam batas apapun,” lanjut pernyataan Netanyahu.
Sebelumnya, dalam pidatonya Kerry terang-terangan menyatakan sikap AS yang konsisten mewujudkan proposal perdamaian Israel dan Palestina, meski ada penentangan keras dari Israel.
”Solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina,” kata Kerry. Cara itu, lanjut Kerry, juga untuk menjamin masa depan Israel sebagai negara Yahudi dan negara demokratis.
Netanyahu menilai pidato Kerry tak jauh beda dengan isi resolusi Dewan Keamanan PBB yang memerintahkan penghentian seluruh proyek permukiman di tanah Palestina yang diduduki Israel.
“Seperti resolusi Dewan Keamanan PBB, bahwa Menteri Kerry melangkah malam ini, pidatonya miring terhadap Israel,” kata Netanyahu dalam pernyataan berbahasa Inggris, seperti dikutip Reuters, Kamis (29/12/2016).
Netanyahu menuduh pidato Kerry “obsesif menangani permukiman” yang sangat ditentang AS. ”Kerry hampir menyentuh pada akar konflik, perlawanan Palestina kepada negara Yahudi dalam batas apapun,” lanjut pernyataan Netanyahu.
Sebelumnya, dalam pidatonya Kerry terang-terangan menyatakan sikap AS yang konsisten mewujudkan proposal perdamaian Israel dan Palestina, meski ada penentangan keras dari Israel.
”Solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina,” kata Kerry. Cara itu, lanjut Kerry, juga untuk menjamin masa depan Israel sebagai negara Yahudi dan negara demokratis.
(mas)