Pemberontak Suriah Terima Proposal AS untuk Tinggalkan Aleppo

Senin, 12 Desember 2016 - 08:36 WIB
Pemberontak Suriah Terima...
Pemberontak Suriah Terima Proposal AS untuk Tinggalkan Aleppo
A A A
DAMASKUS - Pemberontak Suriah telah menerima proposal tawaran Amerika Serikat (AS) untuk meninggalkan Aleppo bersama dengan warga sipil di bawah jaminan keamanan Rusia. Demikian pernyataan seorang pejabat pemberontak.

Tiga pejabat kelompok pemberontak di Aleppo mengatakan bahwa tawaran tersebut telah diterima. Proposal yang diajukan oleh AS tersebut menawarkan kepergian mereka dengan terhormat ke tempat pilihan mereka seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/12/2016).

Ditanya apakah mereka telah dihubungan oleh AS dan Rusia atas pembicaraan kedua negara itu di Jenewa, salah satu pejabat kelompok pemberontak di Aleppo mengatakan:

"Mereka mengirimkan surat, mereka mengatakan untuk menjaga warga sipil. Anda dapat meninggalkan Aleppo dengan cara terhormat untuk setiap tempat yang Anda pilih dan Rusia akan berjanji dihadapan publik bahwa tak seorang pun akan dirugikan atau dihentikan," katanya.

Meski begitu, pemberontak Suriah belum memberikan jawaban apakah akan menerima atau menolaknya. Tetapi jika diterima sepenuhnya, proposal itu akan memberikan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan koalisi militernya kemenangan terbesar dalam perang sipil itu.

"Kami belum memberikan tanggapan," katanya.

Sementara pejabat pemberontak lain mengatakan dokumen tersebut sedang diusulkan kepada faksi pemberontak. "Hal mendasar dalam hal ini adalah keberangkatan dari semua pejuang dengan cara terhormat," katanya.

Namun, Rusia dengan cepat membantah telah terjadi kesepakatan dengan AS tentang penarikan pemberontak dari Aleppo. Rusia mengatakan bahwa pembicaraan di Jenewa masih berlangsung.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan Moskow berkerja untuk menciptakan kondisi yang diperlukan untuk mengekstradisi dengan aman orang-orang dari Aleppo.

"Masalah militan menarik diri adalah subjek perjanjian terpisah. Perjanjian ini belum tercapai, terutama karena AS bersikeras tentang hal yang tidak dapat diterima," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
14 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
53 menit yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved