Pengungsi Rohingya di Malaysia Berharap Hak Bekerja dan Pendidikan

Jum'at, 09 Desember 2016 - 02:29 WIB
Pengungsi Rohingya di...
Pengungsi Rohingya di Malaysia Berharap Hak Bekerja dan Pendidikan
A A A
KUALA LUMPUR - Puluhan ribu pengungsi Rohingya yang saat ini berada di Malaysia berharap memiliki hak hukum untuk bekerja atau menempuh pendidikan di Negeri Jiran. Harapan ini muncul usai Perdana Menteri Najib Razak menunjukkan sikap simpati pada etnis Rohingya yang terusir dari Myanmar.

"Dunia tidak bisa duduk dan menonton terjadinya genosida. Dunia tidak bisa duduk dan berkata: lihat, itu bukan masalah kita. Ini adalah masalah kita,” tegas Najib pada akhir pekan lalu.

Seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (8/12), saat ini setidaknya ada lebih dari 56.000 pengungsi Rohingya yang terdaftar di Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) di Malaysia. Sementara 35.000 lainnya belum mendapatkan status pengungsi dari UNHCR. Puluhan ribu etnis Rohingya ini melarikan diri dari kekerasan di negara bagian Rahkine, Myanmar.

Saat ini, Malaysia tidak mengakui secara hukum para pencari suaka dan pengungsi, karena Malaysia tidak menandatangani Konvensi mengenai Status Pengungsi (1951) dan Protokol Berkaitan dengan Status Pengungsi (1967).

Ketua Komunitas Masyarakat Rohingya di Malaysia, Faisal Islam Muhammad Kassim mengatakan, etnis Rohingya di Malaysia kerap mencari kerja secara ilegal di sejumlah industri di Malaysia, seperti di bidang konstruksi. Penghasilan rata-rata yang didapat mencapai USD250, jumlah yang minim untuk bertahan hidup di Malaysia.

"Pemerintah (Malaysia) dapat melakukan sesuatu bagi kami. Dan, jika pemerintah memberikan etnis Rohingya kesempatan untuk bekerja di sini secara hukum, tentu akan lebih baik bagi mereka," kata Kassim.

Hak untuk bekerja bisa segera menjadi kenyataan untuk etnis Rohingya. UNHCR mengatakan, pihaknya tengah bekerja sama dengan pemerintah Malaysia untuk menyusun skema percontohan yang memungkinkan kamum Rohingya bekerja di negara tersebut.

Kassim, yang melarikan diri dari Myanmar pada 2012, juga memohon Pemerintah Malaysia untuk memberikan anak-anak kaum Rohingya akses ke sekolah-sekolah pemerintah. Saat ini, mereka dididik di sekolah-sekolah dan kelas yang dijalankan oleh sejumlah LSM.
(esn)
Berita Terkait
Puluhan Rohingya Tewas...
Puluhan Rohingya Tewas Selama 4 Bulan Naik Perahu ke Malaysia
Diprotes Keras, Pengadilan...
Diprotes Keras, Pengadilan Malaysia Setop Deportasi 1.200 Warga Myanmar
PM Muhyiddin: Malaysia...
PM Muhyiddin: Malaysia Tak Bisa Tampung Pengungsi Rohingya Lagi
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
2 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
3 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
4 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
5 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
6 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
7 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved