Rohingya Ditumpas, PM Malaysia: Apa Guna Nobel Perdamaian Suu Kyi?

Senin, 05 Desember 2016 - 10:10 WIB
Rohingya Ditumpas, PM...
Rohingya Ditumpas, PM Malaysia: Apa Guna Nobel Perdamaian Suu Kyi?
A A A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengutuk pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi atas sikapnya yang pasif terkait penumpasan brutal terhadap komunitas Muslim Rohingya di Rakhine. Najib mempertanyakan fungsi Hadiah Nobel Perdamaian yang diterima Suu Kyi karena tidak mencegah penganiayaan terhadap komunitas Rohingya.

Reaksi Najib itu diluapkan dalam demo solidaritas untuk etnis Rohingya di Kuala Lumpur pada hari Minggu. ”Kami ingin memberitahu Aung San Suu Kyi, sudah cukup!" katanya kepada kerumunan ribuan warga yang ikut aksi solidaritas.

Kecaman Najib ini mengacu pada laporan bahwa tentara Myanmar melakukan penumpasan brutal terhadap minoritas Muslim Rohingya di Rakhine saat operasi militer. Operasi itu sebagai respons militer atas serangan orang-orang bersenjata tak dikenal terhadap pos-pos polisi perbatasan yang menewaskan sembilan polisi Myanmar pada 9 Oktober lalu.

Najib mengatakan bahwa dia tidak peduli tentang pernyataan pemerintah Myanmar bahwa Malaysia seharusnya tidak ikut campur dalam urusan internal Myanmar. Najib berpendapat sikapnya itu sebagai perwujudan prinsip ASEAN.

”Apakah mereka ingin saya untuk menutup mata saya? Ingin saya menjadi bungkam?” tanya Najib.”Ada sebuah artikel dalam piagam ASEAN yang mengatakan ASEAN harus menegakkan hak asasi manusia. Apakah mereka buta? Jangan hanya menafsirkan hal-hal yang Anda pilih,” ujar Najib.

PM Najib mengaku telah mengirim Menteri Luar Negeri Anifah Aman ke Nay Pyi Taw untuk menemui Suu Kyi. Namun, saat bertemu Suu Kyi hanya bersedia untuk membahas urusan bilateral, bukan soal Rohingya. ”Apa gunanya Hadiah Nobel Perdamaian?" kata Najib kepada kerumuman massa untuk menyindir Suu Kyi yang beberapa tahun lalu menerima Hadiah Nobel Perdamaian karena dianggap sebagai ikon pejuang HAM.

Najib juga akan meminta Indonesia untuk menggalang solidaritas bagi warga Rohingya. Dia ingin protes di Malaysia lebih keras lagi.”Dunia tidak bisa hanya duduk dan menonton genosida yang terjadi,” katanya, seperti dikutip Channel News Asia, semalam (4/12/2016).
(mas)
Berita Terkait
Puluhan Rohingya Tewas...
Puluhan Rohingya Tewas Selama 4 Bulan Naik Perahu ke Malaysia
Diprotes Keras, Pengadilan...
Diprotes Keras, Pengadilan Malaysia Setop Deportasi 1.200 Warga Myanmar
PM Muhyiddin: Malaysia...
PM Muhyiddin: Malaysia Tak Bisa Tampung Pengungsi Rohingya Lagi
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
2 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
6 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
7 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
8 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
9 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
10 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved