Pesawat Kepresidenannya Dikejar Jet Tempur Swiss, Rusia Tuntut Penjelasan

Minggu, 20 November 2016 - 00:05 WIB
Pesawat Kepresidenannya...
Pesawat Kepresidenannya Dikejar Jet Tempur Swiss, Rusia Tuntut Penjelasan
A A A
MOSKOW - Pemerintah Rusia meminta pemerintah Swiss menjelaskan mengapa mengerahkan beberapa pesawat jet tempur untuk mengejar pesawat kepresidenan Rusia yang membawa wartawan ke KTT APEC di Lima, Peru. Tuntutan penjelasan ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Sabtu.

”Kami telah mengirim surat pemintaan klarifikasi dan mengekspresikan kebingungan kami atas insiden tersebut. Kami meminta insiden seperti itu dicegah di masa depan,” kata Kedutaan Besar Rusia di Bern melalui Twitter.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan bahwa Rusia khawatir dengan aksi pesawat-pesawat jet tempur militer Swiss yang mendekati pesawat sipil Rusia.

”Kami berharap penjelasan mereka dan akan bereaksi sesuai ketika kami menjumpai mereka,” ujar Zakharova kepada Rossiya-24, semalam (19/11/2016).

Aksi pengejaran oleh beberapa jet tempur Swiss itu berlangsung hari Jumat di wilayah udara atau langit Swiss. Beberapa wartawan yang berada di pesawat kepresidenan Rusia mengatakan bahwa pengejaran berlangsung beberapa menit. Beberapa pejabat dari delegasi Rusia juga berada di pesawat tersebut.

Pemerintah maupun militer Swiss hingga kini belum memberikan penjelasan terkait insiden pengejaran oleh jet-jet tempur mereka. Andrey Kolesnikov, pemimpin redaksi majalah Rusia, Pioneer, menyebut ada tiga jet tempur yang mengejar pesawat kepresidenan Rusia.

”Kami terbang di atas Swiss. Di sebuah titik, pesawat dengan delegasi dan wartawan dicegat dari tiga sisi oleh tiga pesawat tempur,” katanya. Menurutnya, lantaran pengejaran terlalu dekat, dia bisa melihat wajah pilot jet tempur Swiss.

Sementara itu, koresponden koran Komsomolskaya Pravda, Dmitry Smirnov, menulis di halaman Facebook-nya, ada dua jet tempur yang dia lihat. "Kami ke Lima dengan penuh semangat; melewati Swiss dengan pengawalan dua F-18 dengan senjata lengkap.”
(mas)
Berita Terkait
Ada Masalah Teknis,...
Ada Masalah Teknis, Pesawat Menlu Swiss Mendarat di Moskow
Faksi Terbesar Parlemen...
Faksi Terbesar Parlemen Swiss Boikot Zelensky
Pilih Netral, Swiss...
Pilih Netral, Swiss Tolak Rawat Warga Ukraina yang Terluka
Jatuhkan Sanksi, tapi...
Jatuhkan Sanksi, tapi Swiss Ketahuan Impor 3,1 Ton Emas Rusia
China Diduga Gunakan...
China Diduga Gunakan Pengaruhnya dalam Menyabotase KTT Perdamaian Ukraina
Swiss Sebut Puluhan...
Swiss Sebut Puluhan Mata-mata Rusia Menyamar sebagai Diplomat Aktif
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
5 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
6 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
7 jam yang lalu
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
9 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
9 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
10 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved