Jatuhkan Sanksi, tapi Swiss Ketahuan Impor 3,1 Ton Emas Rusia

Sabtu, 25 Juni 2022 - 14:02 WIB
loading...
Jatuhkan Sanksi, tapi...
Swiss ketahuan impor 3,1 ton emas dari Rusia meski ikut menjatuhkan sanksi pada Moskow atas perangnya di Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
BERN - Swiss ketahuan mengimpor 3,1 ton emas dari Rusia meski negara Eropa tersebut menjatuhkan sanksi pada Moskow atas perangnya di Ukraina .

Bea Cukai setempat mengaku sedang melacak 3,1 ton emas asal Rusia senilai USD$202 juta (lebih dari 2,9 triliun) yang memasuki Swiss dari Inggris bulan lalu. Itu dilakukan untuk mengawasi potensi pelanggaran sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Para pejabat sedang menyelidiki impor 3,1 ton emas Rusia pada Mei, impor pertama sejak Kremlin mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari.

Kantor Federal untuk Bea Cukai dan Keamanan Perbatasan mengatakan pihaknya secara konsisten memantau impor emas dari Rusia, yang dikatakan tidak dilarang di bawah serangkaian sanksi Swiss terhadap Moskow yang diberlakukan atas invasi Rusia.

Baca juga: Jenderal Rusia Sekutu Putin: London yang Pertama Dibom dalam Perang Dunia III

Dikatakan dalam sebuah pernyataan bahwa karena alasan hukum tidak dapat mengatakan siapa yang mengimpor emas asal Rusia dari Inggris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
3.000 Warga Israel Desak...
3.000 Warga Israel Desak Dunia Jatuhkan Sanksi pada Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved