Faksi Terbesar Parlemen Swiss Boikot Zelensky

Jum'at, 16 Juni 2023 - 22:40 WIB
loading...
Faksi Terbesar Parlemen...
Kursi Partai Rakyat Swiss tetap kosong saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpidato di parlemen Swiss, Bern pada 15 Juni 2023. Foto/Russia Today
A A A
BERN - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpidato kepada parlemen Swiss melalui tautan video pada Kamis. Ia mendesak anggota parlemen untuk merevisi kebijakan negara itu tentang ekspor senjata dan menggalang lebih banyak dukungan dalam perang melawan Rusia.

Pidato tersebut memicu kontroversi bahkan sebelum itu terjadi, dengan faksi terbesar parlemen, Partai Rakyat, memboikotnya karena dianggap mencampuri urusan Swiss.

Dalam pidatonya, Zelensky mendesak anggota parlemen untuk mengizinkan ekspor – dan re-ekspor – perlengkapan perang buatan Swiss ke Ukraina, dan untuk mengambil tindakan lebih lanjut terhadap “oligarki” Rusia.

Baca Juga: Ukraina Minta Swiss Kirim Senjata, Zelensky: Kami Membela Perdamaian

“Saya tahu ada diskusi di Swiss tentang ekspor perlengkapan perang untuk melindungi dan mempertahankan Ukraina. Itu akan sangat penting. Kami membutuhkan senjata agar kami dapat memulihkan perdamaian di Ukraina,” tegas Zelensky.

Pidato itu diabaikan oleh partai sayap kanan, Partai Rakyat, yang memegang 53 kursi di majelis rendah dengan 200 kursi, Dewan Nasional, serta 6 mandat di majelis tinggi dengan 46 kursi, Dewan Negara. Partai tersebut berjanji untuk memboikot pidato tersebut segera setelah diumumkan bulan lalu, dengan alasan bahwa hal itu merupakan campur tangan yang besar dalam urusan dalam negeri Swiss.

“Kami memahami bahwa presiden Ukraina ingin melakukan segalanya untuk mempertahankan Ukraina. Tetapi kita tidak boleh membiarkan diri kita berada di bawah tekanan terkait masalah sanksi atau pengiriman senjata,” kata anggota parlemen dari Partai Rakyat Alfred Heer seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (16/6/2023).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Putin Puji Trump: Pemimpin...
Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Rekomendasi
Penalti Menit Akhir...
Penalti Menit Akhir Belgia Paksa Senegal Angkat Koper
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved