Jubir Putin Tertangkap Kamera Tertidur Saat Pertemuan dengan Erdogan
Jum'at, 14 Oktober 2016 - 02:39 WIB
Jubir Putin Tertangkap Kamera Tertidur Saat Pertemuan dengan Erdogan
A
A
A
LONDON - Juru bicara (jubir) Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, tertidur saat pemimpin Rusia itu bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyep Erdogan. Peskov tampak tertidur saat kedua pemimpin itu bertemu di Istanbul untuk membahas kerjasama kedua negara.
Seperti dikutip dari laman Express, Jumat (14/10/2016), Peskov tampak tertidur saat kedua pemimpin tengah melakukan pembahasan lebih lanjut antara Rusia dan Turki. Pria berusia 48 tahun itu tertangkap kamera memejamkan matanya saat Presiden Erdogan menunjukkan ruangan pertemuan. Sebenarnya Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, melihat apa yang terjadi pada rekannya namun ia memilih untuk tidak membangunkannya.
Tak pelak, insiden ini pun menjadi headline sejumlah media setelah wartawan asal Ukraina dan Belarusia melaporkannya. Namun, juru bicara Presiden Putin belum berkomentar terkait masalah ini.
Turki dan Rusia menandatangani perjanjian pada hari Senin untuk pembangunan jaringan pipa gas bawah laut dan berjanji untuk mencari landasan bersama terkait perang di Suriah.
Hubungan antara Moskow dan Ankara kembali hangat setelah Presiden Erdogan mengirimkan permintaan maaf kepada Putin atas insiden penembakan pesawat tempur Rusia di perbatasan Turki-Suriah November tahun lalu. Setelah itu, Rusia langsung mencabut sanksi pariwisata terhadap Turki.
Seperti dikutip dari laman Express, Jumat (14/10/2016), Peskov tampak tertidur saat kedua pemimpin tengah melakukan pembahasan lebih lanjut antara Rusia dan Turki. Pria berusia 48 tahun itu tertangkap kamera memejamkan matanya saat Presiden Erdogan menunjukkan ruangan pertemuan. Sebenarnya Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, melihat apa yang terjadi pada rekannya namun ia memilih untuk tidak membangunkannya.
Tak pelak, insiden ini pun menjadi headline sejumlah media setelah wartawan asal Ukraina dan Belarusia melaporkannya. Namun, juru bicara Presiden Putin belum berkomentar terkait masalah ini.
Turki dan Rusia menandatangani perjanjian pada hari Senin untuk pembangunan jaringan pipa gas bawah laut dan berjanji untuk mencari landasan bersama terkait perang di Suriah.
Hubungan antara Moskow dan Ankara kembali hangat setelah Presiden Erdogan mengirimkan permintaan maaf kepada Putin atas insiden penembakan pesawat tempur Rusia di perbatasan Turki-Suriah November tahun lalu. Setelah itu, Rusia langsung mencabut sanksi pariwisata terhadap Turki.
(ian)