Ajukan Resolusi Suriah, Putin Sebut Prancis Lakukan Trik Kotor

Kamis, 13 Oktober 2016 - 04:31 WIB
Ajukan Resolusi Suriah,...
Ajukan Resolusi Suriah, Putin Sebut Prancis Lakukan Trik Kotor
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin menuduh Prancis sengaja menjebak Moskow untuk memveti resolusi PBB tentang Suriah. Ia pun menyebut Prancis sesungguhnya melemparkan tawaran resolusi dari Amerika Serikat (AS).

Rusia pekan lalu memveto resolusi Prancis yang mengutuk kekerasan di kota Suriah Aleppo, dengan mengatakan dokumen tersebut gagal memperhitungkan proposal yang diajukan Rusia. Barat pun mengatakan veto menunjukkan Rusia tidak menginginkan penghentian kekerasan.

"Seharusnya bukan mitra kami yang tersinggung dengan veto kami, tetapi kami yang seharusnya tersinggung," kata Putin ketika ditanya tentang Prancis selama sesi tanya jawab di sebuah forum bisnis di Moskow.

Ia mengatakan Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Marc Ayrault, telah mengangkat isu ini ketika mengunjungi Moskow pekan lalu. Ayrault diberitahu mengenai isi resolusi tersebut yang terlalu banyak menyalahkan kekerasan di Aleppo kepada pasukan pemerintah. Tetapi, Moskow tidak akan menggunakan hak vetonya jika Perancis membuat beberapa perubahan.

"Kami harap bisa bekerjasama, bekerja konstruktif dengan Perancis dan dengan anggota tetap lain dari Dewan Keamanan. Tapi apa yang terjadi?," kata Putin seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/10/2016).

"Menteri luar negeri Prancis terbang dari Moskow ke Washington, hari berikutnya ia keluar dengan (Menteri Luar Negeri AS John) Kerry, menuduh Rusia segala dosa yang mematikan, tidak ada yang berbicara kepada kita atau dibahas apa-apa dengan kami, dan melemparkan resolusi ke Dewan Keamanan jelas mengharapkan veto kami," katanya lagi.

"Untuk apa? Mengetahui posisi kami, dan tidak mendiskusikannya dengan kami, mereka tidak melemparnya dalam resolusi sehingga akan berlalu. Tapi untuk mendapatkan hak veto. Untuk apa? Untuk memperburuk situasi dan untuk menyiapkan histeria anti-Rusia di media yang ada di bawah kendali mereka, dan untuk menipu warga negara mereka sendiri," sambung Putin

"Saya tidak tahu apakah itu sesuai dengan kepentingan negara-negara Eropa atau tidak. Tapi apakah hanya untuk kepentingan ini pelayanan kebijakan luar negeri, atau mungkin bahkan kepentingan politik dalam negeri, dari sekutu mereka dalam hal ini AS? Saya tidak tahu. Apakah itu benar-benar peran negara yang serius bercita-cita untuk melakukan kebijakan independen dan disebuh negara besar. Saya tidak tahu," kata Putin.
(ian)
Berita Terkait
Pengadilan Banding Prancis...
Pengadilan Banding Prancis Kuatkan Surat Perintah Penangkapan terhadap Presiden Assad
Serukan Bashar al-Assad...
Serukan Bashar al-Assad Diadili, Rezim Suriah Kutuk Prancis
Prancis Serang Kelompok...
Prancis Serang Kelompok Negara Islam di Suriah
Prancis Desak Israel...
Prancis Desak Israel Mundur dari Dataran Tinggi Golan Suriah
Prancis: Tak Ada Alasan...
Prancis: Tak Ada Alasan Normalisasi Hubungan dengan Rezim Assad
Pria Prancis Inilah...
Pria Prancis Inilah yang Pasok Komponen Senjata Kimia Suriah
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
3 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
5 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
5 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
6 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
7 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved