PM Abadi: Ikut Campur Militer Turki di Irak Bisa Picu Perang

Rabu, 05 Oktober 2016 - 22:12 WIB
PM Abadi: Ikut Campur...
PM Abadi: Ikut Campur Militer Turki di Irak Bisa Picu Perang
A A A
BAGHDAD - Perdana Menteri (PM) Irak, Haider al-Abadi, memperingatkan risiko pecahnya perang regional sebagai imbas ikut campurnya militer Turki di wilayah Irak utara. Komentar Abadi ini menyusul desakan parlemen Irak pada Turki agar menarik sekitar 2 ribu tentaranya dari Irak utara.

Kedua negara ini bersitegang yang dipicu krisis Suriah dan munculnya kelompok Islamic State (ISIS) di Irak. Ketegangan makin memanas, di mana masing-masing pihak memanggil duta besar yang bertugas di Baghdad dan Ankara.

Parlemen Turki pada pekan lalu setuju memperpanjang kehadiran militer Ankara di Irak utara selama satu tahun untuk memerangi ISIS. Namun, parlemen Irak mengutuknya dan mendesak Turki menarik ribuan tentaranya dari Irak utara yang dianggap Baghdad sebagai “agresi”.

”Kami telah meminta pihak Turki lebih dari sekali untuk tidak campur tangan dalam masalah Irak dan saya takut sepak terjang Turki bisa berubah menjadi perang regional,” kata Abadi yang disiarkan stasiun televisi Pemerintah Irak, hari Rabu (5/10/2016), seperti dikutip Reuters.

”Perilaku Kepemimpinan Turki ini tidak dapat diterima dan kami tidak ingin masuk ke konfrontasi militer dengan Turki,” lanjut Abadi.

Sementara itu, Turki mengklaim kehadiran militernya di Irak atas undangan Masoud Barzani, Presiden Pemerintah Daerah Kurdi, yang menjalin hubungan solid dengan Ankara. Sebagian besar tentara Turki berada di sebuah pangkalan di Bashiqa, wilayah utara Mosul, di mana mereka membantu melatih milisi Peshmerga Kurdi Irak dan para milisi Sunni.

Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus, mengatakan penyebaran tentara Turki diperlukan setelah ISIS menduduki sebagian wilayah Irak sejak 2014. “Kehadiran (militer) Turki di Bashiqa atau operasi sekarang di wilayah Suriah tak pernah ditujukan untuk menduduki atau campur tangan urusan dalam negeri negara-negara ini,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Warga Irak Sambut Paus...
Warga Irak Sambut Paus Fransiskus di Bekas Pertahanan ISIS
Turki Penjarakan Pengantin...
Turki Penjarakan Pengantin ISIS Pertama dari Australia
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
52 menit yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
2 jam yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
2 jam yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
3 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved