Rusia: AS Bertanggung Jawab Jika Gencatan Senjata Gagal
Minggu, 18 September 2016 - 00:55 WIB
Rusia: AS Bertanggung Jawab Jika Gencatan Senjata Gagal
A
A
A
MOSKOW - Pejabat militer senior Rusia mengecam Amerika Serikat (AS) karena gagal memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang baru-baru ini diterapkan di Suriah. Ia mengatakan Washington akan disalahkan jika kesepakatan gencatan senjata berantakan.
Pejabat Departemen Pertahanan Rusia, Viktor Poznikhir mengatakan, kelompok militan yang didukung oleh AS telah melakukan pelanggaran gencatan senjata sebanyak 199 kali selama lima hari terakhir. Ia pun mengungkapkan kekhawatiran akan kondisi di Suriah yang memburuk terutama di provinsi Aleppo dan Hama.
"AS dan kelompok militan yang disebut moderat, yang berada di bawah kendali mereka, tidak melaksanakan salah satu kewajiban yang diambil di bawah perjanjian Jenewa," kata Poznikhir seperti dikutip dari Press TV, Minggu (18/9/2016).
"Jika AS tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian tanggal 9 September, maka semua tanggung jawab untuk setiap runtuhnya gencatan senjata di Suriah akan berada di AS," tambahnya.
Gencatan senjata selama tujuh hari di Suriah adalah upaya kedua tahun ini yang diprakarasai oleh Rusia dan AS untuk mengakhiri krisis di negara itu yang dimulai pada Maret 2011. Menurut Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, lebih dari 400.000 orang telah tewas dalam konflik di Suriah.
Pejabat Departemen Pertahanan Rusia, Viktor Poznikhir mengatakan, kelompok militan yang didukung oleh AS telah melakukan pelanggaran gencatan senjata sebanyak 199 kali selama lima hari terakhir. Ia pun mengungkapkan kekhawatiran akan kondisi di Suriah yang memburuk terutama di provinsi Aleppo dan Hama.
"AS dan kelompok militan yang disebut moderat, yang berada di bawah kendali mereka, tidak melaksanakan salah satu kewajiban yang diambil di bawah perjanjian Jenewa," kata Poznikhir seperti dikutip dari Press TV, Minggu (18/9/2016).
"Jika AS tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian tanggal 9 September, maka semua tanggung jawab untuk setiap runtuhnya gencatan senjata di Suriah akan berada di AS," tambahnya.
Gencatan senjata selama tujuh hari di Suriah adalah upaya kedua tahun ini yang diprakarasai oleh Rusia dan AS untuk mengakhiri krisis di negara itu yang dimulai pada Maret 2011. Menurut Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, lebih dari 400.000 orang telah tewas dalam konflik di Suriah.
(ian)