Hujan Bom Landa Suriah, Lebih dari 100 Orang Tewas
Minggu, 11 September 2016 - 15:59 WIB
Hujan Bom Landa Suriah, Lebih dari 100 Orang Tewas
A
A
A
DAMASKUS - Setidaknya 105 orang tewas setelah hujan bom melanda Suriah hanya beberapa jam setelah kesepakatan terobosan gencatan senjata disepakati. AS dan Rusia sepakati gencatan senjata selama 10 hari di Suriah akan dimulai saat matahari terbenam pada hari Senin, bertepatan dengan libur Idul Adha.
Namun menurut aktivis oposisi, hanya beberapa jam setelah kesepakatan bersejarah ini dicapai serangan udara menghujani pasar di Idlib yang dikuasai pemberontak. Setidaknya 60 orang tewas dalam serangan tersebut, sementara setidaknya 45 tewas dalam serangan di Aleppo seperti dikutip dari Metro, Minggu (11/9/2016).
Dalam kesepakatan tersebut, gencatan senjata itu akan diikuti kemitraan militer antara kedua negara dengan target ISIS dan kelompok Al-Qaida. Kesepakatan itu juga menyetujui menempatkan batasan baru terhadap pasukan Presiden Bashar al-Assad.
Pemerintah Suriah di Damaskus mendukung kesepakatan itu, kantor berita negara Sana melaporkan. Namun belum ada reaksi resmi dari Iran, yang - seperti Rusia - adalah sekutu Assad dalam konflik sipil selam lima tahun.
Sedangkan kelompok pemberontak Suriah menyatakan siap untuk melaksanakan perjanjian gencatan senjata jika rezim Assad dan Rusia juga menjalankan kesepakatan itu. Namun, pemberontak Suriah pesimis jika rezim Assad akan melaksanakan kesepakatan itu.
Namun menurut aktivis oposisi, hanya beberapa jam setelah kesepakatan bersejarah ini dicapai serangan udara menghujani pasar di Idlib yang dikuasai pemberontak. Setidaknya 60 orang tewas dalam serangan tersebut, sementara setidaknya 45 tewas dalam serangan di Aleppo seperti dikutip dari Metro, Minggu (11/9/2016).
Dalam kesepakatan tersebut, gencatan senjata itu akan diikuti kemitraan militer antara kedua negara dengan target ISIS dan kelompok Al-Qaida. Kesepakatan itu juga menyetujui menempatkan batasan baru terhadap pasukan Presiden Bashar al-Assad.
Pemerintah Suriah di Damaskus mendukung kesepakatan itu, kantor berita negara Sana melaporkan. Namun belum ada reaksi resmi dari Iran, yang - seperti Rusia - adalah sekutu Assad dalam konflik sipil selam lima tahun.
Sedangkan kelompok pemberontak Suriah menyatakan siap untuk melaksanakan perjanjian gencatan senjata jika rezim Assad dan Rusia juga menjalankan kesepakatan itu. Namun, pemberontak Suriah pesimis jika rezim Assad akan melaksanakan kesepakatan itu.
(ian)