Turki Disebut Bakal Didepak dari Aliansi, Ini Reaksi NATO

Kamis, 11 Agustus 2016 - 05:56 WIB
Turki Disebut Bakal...
Turki Disebut Bakal Didepak dari Aliansi, Ini Reaksi NATO
A A A
BRUSSELS - Media Turki Haber Turk, melansir tulisan spekulatif yang menyebut ada rencana rahasia untuk mendepak Turki dari kenanggotaan NATO. Laporan itu direspons cepat oleh NATO dengan memuji Turki sebagai sekutu berharga.

Tulisan di media Turki itu muncul setelah Pemerintah Presiden Tayyip Erdogan jadi bulan-bulanan kecaman Barat atas tindakan “pembersihan” besar-besaran usai upaya kudeta militer 15 Juli lalu. Kudeta yang digagalkan rakyat Turki itu menewaskan ratusan orang.

Reaksi cepat NATO itu disampaikan juru bicaranya Oana Lungescu, yang diterbitkan di situs resmi NATO.”Mengingat laporan spekulatif pers mengenai sikap NATO, mengenai kudeta yang gagal di Turki dan keanggotaan NATO Turki, biarkan saya menekankan posisi yang sangat jelas (dari) NATO,” katanya.

”Turki adalah sekutu berharga, yang membuat kontribusi besar untuk upaya bersama NATO,” lanjut Lungescu.

”Turki mengambil bagian penuh dalam keputusan berdasarkan konsensus Aliansi seperti (saat) kita menghadapi tantangan keamanan terbesar dalam satu generasi,” sambung dia. ”Keanggotaan Turki (di) NATO tidak dipertanyakan.”

”Aliansi kami berkomitmen untuk pertahanan kolektif dan didirikan pada prinsip-prinsip demokrasi, kebebasan individu, hak asasi manusia dan supremasi hukum,” imbuh dia.

Laporan yang mengusik keanggotaan Turki di NATO juga seiring dengan “lengket”-nya Pemerintah Erdogan dengan Pemerintah Rusia. Erdogan telah menemui Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memulihkan hubungan yang sempat rusak setelah penembakan pesawat tempur Moskow oleh Ankara tahun lalu.

Menurut Lungescu, aliansi tetap mengandalkan Turki. ”NATO mengandalkan kontribusi terus-menerus Turki dan Turki dapat mengandalkan solidaritas dan dukungan dari NATO,” katanya.

“Sekretaris Jenderal NATO berbicara dengan Menteri Luar Negeri Turki pada malam kudeta dan kemudian dengan Presiden Erdogan, sangat mengutuk kudeta dan mengulangi dukungan penuh untuk lembaga-lembaga demokratis Turki,” ujar Lungescu, seperti dikutip Mirror, semalam (10/8/2016).

”Dia menyatakan dukungan untuk pemerintah terpilih dari Turki dan menghormati keberanian dari orang-orang Turki. Dia juga menyampaikan belasungkawa bagi mereka yang telah kehilangan nyawa selama upaya kudeta,” imbuh juru bicara NATO itu.
(mas)
Berita Terkait
5 Alasan Turki Satu-satunya...
5 Alasan Turki Satu-satunya Negara Asia yang Menjadi Anggota NATO
Tidak Ada Jaminan Swedia...
Tidak Ada Jaminan Swedia Akan Gabung NATO di KTT Vilnius
Tanggapi Protes Yunani,...
Tanggapi Protes Yunani, Erdogan: Tanpa Turki, NATO Lemah
Sekjen NATO Tak Menjamin...
Sekjen NATO Tak Menjamin Finlandia dan Swedia Jadi Anggota
Swedia Berharap Bisa...
Swedia Berharap Bisa Gabung NATO pada Juli
Menhan Turki: Swedia...
Menhan Turki: Swedia Bisa Jadi Anggota NATO Jika Penuhi Komitmen
Berita Terkini
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
1 menit yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
39 menit yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
2 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
2 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
2 jam yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
3 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved