AS dan Saudi Dituduh Terlibat Penembakan Su-24 Rusia oleh Turki

Sabtu, 30 Juli 2016 - 04:30 WIB
AS dan Saudi Dituduh...
AS dan Saudi Dituduh Terlibat Penembakan Su-24 Rusia oleh Turki
A A A
BERLIN - Amerika Serikat dan Arab Saudi dituduh terlibat dalam penembakan jatuh pesawat jet pengebom Su-24 Rusia oleh Turki di perbatasan Suriah-Turki tahun lalu. Tuduhan disampaikan oleh Willy Wimmer, mantan Wakil Presiden Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) kepada Sputnik Deutschland.

Pada 24 November 2015, pesawat tempur F-16 Turki menembak jatuh pesawat Su-24 Rusia yang sedang melaksanakan operasi anti-teror di Suriah. Dua pilot Rusia melakukan terjun payung setelah berhasil keluar dari pesawat Su-24. Namun, salah satu dari mereka ditembak dan dibunuh militan Turkmen di Suriah.

Insiden ini menyebabkan sengketa diplomatik antara Turki dan Rusia. Penembakan itu disimpulkan sebagai keputusan sepihak oleh Turki. Namun, Willy Wimmer berpendapat bahwa sebenarnya NATO dan pasukan Saudi terlibat dalam insiden tersebut.

”Menurut informasi (yang datang ke) saya, pesawat Airborne Early Warning and Control System (AWACS) dari Amerika Serikat dan Arab Saudi terlibat,” kata Wimmer, yang dilansir semalam (29/7/2016).

Pesawat AWACS adalah pesawat peringatan dini, d mana radar canggih yang dibawanya bisa mendeteksi pesawat musuh dan pesawat kawan.

”Pesawat seperti (pesawat) bomber Su-24 Rusia tidak mudah untuk ditembak dari langit. Anda perlu membidik, dan Anda hanya bisa melakukannya dengan pesawat AWACS,” lanjut dia.

Menurut Wimmer, dua pesawat AWACS yang terlibat dalam insiden itu masing-masing lepas landas dari sebuah pangkalan AS di Siprus, dan sebuah pangkalan udara di Arab Saudi.

Wimmer menjelaskan bahwa menurut pedoman NATO, jika pesawat asing diyakini melanggar wilayah udara negara anggota NATO, maka kontak harus dibuat dengan pusat kontrol penerbangan yang tepat untuk menarik perhatian pilot pesawat asing yang membuat kesalahan.

Dalam kondisi damai, sebuah pesawat militer diperbolehkan melakukan tindakan untuk memaksa sebuah pesawat nyasar melakukan pendaratan darurat.

”Apa yang terjadi di sana tidak sesuai dengan peraturan internasional dengan cara apapun. Mereka membuat pesawat Rusia jatuh karena mereka ingin,” ujar Wimmer.
(mas)
Berita Terkait
9 Negara Sekutu Utama...
9 Negara Sekutu Utama Amerika Serikat di Timur Tengah
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Menlu Arab Saudi Ditelepon...
Menlu Arab Saudi Ditelepon Menlu Amerika Serikat, Ini Isinya
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Arab Saudi Berusaha...
Arab Saudi Berusaha Perkuat Hubungan dengan Rusia
Perkuat Kerja Sama,...
Perkuat Kerja Sama, Amerika Serikat akan Buat Rudal di Arab Saudi
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
1 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
1 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
3 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
3 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
5 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
6 jam yang lalu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved