Berkomentar Rasis, Wanita Afrika Selatan Dipaksa Bayar Rp131 Juta

Sabtu, 11 Juni 2016 - 17:54 WIB
Berkomentar Rasis, Wanita...
Berkomentar Rasis, Wanita Afrika Selatan Dipaksa Bayar Rp131 Juta
A A A
JOHANNESBURG - Sebuah pengadilan di Afrika Selatan memerintahkan seorang wanita untuk membayar 150.000 rand (Rp131 juta) untuk amal. Putusan pengadilan itu dijatuhkan setelah dia berkomentar rasis dengan menyamakan orang kulit hitam dengan “monyet”.

Kasus ini menambah rentetan kejadian yang memicu ketegangan rasial di Afrika Selatan setelah rezim apartheid berakhir dua dekade silam.

Partai berkuasa, Kongres Nasional Afrika (ANC) mengajukan tuntutan terhadap mantan agen real esatate, Penny Sparrow, setelah ia menyebabkan kemarahan publik dengan menulis komentar di halaman Facebook-nya yang menyebut orang kulit hitam membuat pantai kotor seperti "monyet liar".

Ketika dipimpin rezim apartheid, pantai di Afrika Selatan dipisahkan untuk warga kulit putih dan warga kulit hitam. Komentar Sparrow itu secara tidak langsung mengacu pada hukum saat rezim apartheid berkuasa.

”Kata-katanya menyampaikan pesan baik secara eksplisit maupun implisit kepada pembaca bahwa orang kulit hitam tidak layak digambarkan sebagai manusia,” kata hakim Pengadilan Keseteraan Umzinto, Irfaan Khalil seperti dikutip dari News24, Sabtu (11/6/2016).

Khalil memerintahkan Sparrow untuk membayar denda dalam waktu 60 hari. Putri Sparrow, yang mewakili dirinya di pengadilan, mengatakan bahwa ibunya sedang sakit dan tidak bisa hadir di pengadilan. Dia khawatir dengan kondisi kesehatan ibunya.

ANC memuji putusan pengadilan sebagai kemenangan bagi demokrasi.

”Sangat disayangkan bahwa 22 tahun menuju demokrasi, (orang) rasis berani untuk melampiaskan pandangan mereka pada platform publik. Penghakiman ini berfungsi sebagai pengingat bahwa perilaku tersebut tidak akan ditoleransi,” bunyi pernyataan ANC.

Sparrow telah menjadi anggota dari partai oposisi, Aliansi Demokratik (DA). Namun keanggotaannya dicabut setelah komentar rasisnya menjadi viral di internet.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Gedung Parlemen Afrika...
Gedung Parlemen Afrika Selatan di Cape Town Terbakar
Presiden Afsel Berupaya...
Presiden Afsel Berupaya Pertahankan Kekuasaan di Tengah Skandal Korupsi
25.000 Tentara Dikerahkan...
25.000 Tentara Dikerahkan untuk Redam Kerusuhan di Afrika Selatan
Kerusuhan Afrika Selatan...
Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
6 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
8 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
9 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
10 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
11 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
13 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved