Tegang, China Tuntut AS Setop Mata-Matai Laut China Selatan

Jum'at, 20 Mei 2016 - 07:53 WIB
Tegang, China Tuntut...
Tegang, China Tuntut AS Setop Mata-Matai Laut China Selatan
A A A
BEIJING - Pemerintah China marah atas pengumuman Pentagon Amerika Serikat (AS) yang menuduh dua pesawat jet tempur Beijing mencegat pesawat mata-mata Washington secara tidak aman di kawasan Laut China Selatan. China menuntut AS untuk menghentikan pengintaian di Laut China Selatan.

Kedua negara ini terkunci dalam ketegangan setelah tidak ada pihak yang mengaku bersalah dalam insiden pada hari Selasa lalu.

Baca:
Dua Jet Tempur China Cegat Pesawat Mata-mata Amerika

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China; Hong Lei, menuduh AS membuat tuduhan yang tidak benar.

”Pesawat militer AS sering melakukan pengintaian di perairan pantai kami, mereka serius membahayakan keamanan maritim China,” katanya, seperti dikutip Reuters, Jumat (20/5/2016).

“Kami menuntut AS segera menghentikan jenis kegiatan pengintaian dekat guna menghindari insiden semacam ini terjadi lagi,” lanjut Hong Lei.

Pada Selasa lalu, dua jet tempur J-11 China mencegat dua pesawat mata-mata EP-3 AS dalam jarak 50 kaki di kawasan Laut China Selatan. China kemarin telah membantah bahwa pencegatan pesawat intai AS itu dilakukan secara tidak aman.

Baca juga:
China Bantah Lakukan Manuver Berbahaya saat Cegat Pesawat AS

Sebaliknya, China menegaskan bahwa AS melakukan operasi mata-mata di atas Pulau Hainan, milik China.

Seorang sumber di Pemerintah AS yang dikutip Reuters mengatakan bahwa jika Beijing berharap tindakan itu akan mendapatkan perhatian Amerika, maka itu menjadi “permainan berbahaya".

Sementara itu, Gedung Putih berusaha untuk meredakan ketegangan setelah pernyataan Pentagon membuat China tersinggung.

”Selama tahun lalu, Departemen Pertahanan (Pentagon) telah melihat perbaikan dalam cara terbang pilot militer China, konsisten dengan pedoman internasional dan konsisten dengan pengoperasian pesawat secara aman dan profesional,” kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest.

”Jadi ada saluran diplomatik dan militer konsisten bekerja mengatasi jenis-jenis masalah. Agaknya, di saluran-saluran (diplomatik dan militer) para pejabat China dapat menjelaskan perspektif mereka apa sebenarnya yang terjadi,” lanjut Earnest.
(mas)
Berita Terkait
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pesawat Bomber AS dan...
Pesawat Bomber AS dan Kapal Induk China 'Pemanasan' di Laut China Selatan
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
3 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
4 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
5 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
6 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
7 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
8 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved