Balas Dendam, Permen Beracun Pria Pakistan Membunuh 30 Orang

Sabtu, 07 Mei 2016 - 16:27 WIB
Balas Dendam, Permen...
Balas Dendam, Permen Beracun Pria Pakistan Membunuh 30 Orang
A A A
LAYYAH - Permen beracun untuk pesta kelahiran bayi di Pakistan beberapa waktu lalu telah membunuh hingga 30 orang. Pemilik toko penjual permen itu mengakui bahwa dia mencampur pestisida ke permen yang dia jual karena ingin balas dendam.

Kepada polisi, pemilik toko bernama Khalid Mehmood, mengaku dendam pada kakaknya yang pernah menghinanya. Dia dendam pada kakaknya, tapi yang jadi korban banyak orang yang tidak bersalah.

Pengakuan Khalid Mehmood juga disampaikan dalam pengadilan di Provinsi Punjab, Pakistan. Menurutnya, dia meracuni permen yang dia jual setelah kakaknya Tariq melecehkan dan menghina diirinya saat terjadi sengketa bisnis. Toko permen itu milik Khalid dan Tariq.

Saya ingin memberinya pelajaran,” kata penyidik polisi; Mohammad Afzal, mengutip pengakuan Khalid. Pejabat polisi senior lainnya juga mengkonfirmasi pengakuan Khalid.

Saya sangat marah, saya mencampur pestisida yang ada di botol ke dalam permen yang dipanggang pada waktu itu,” lanjut pengakuan Khalid, seperti dikutip Al Arabiya.

Permen “maut” itu kemudian dibeli oleh seorang pria lokal di Layyah, Punjab,untuk pesta kelahiran bayi laki-lakinya, pada April 2016. Sesuai tradisi di Pakistan, permen itu dibagi-bagikan pada keluarga dan teman-teman yang datang dalam pesta.

Ayah bayi, termasuk di antara 30 orang yang tewas akibat mengonsumsi permen beracun itu. Empat korban lainnya masih dirawat di rumah sakit.


Para pejabat sebelumnya menyebutkan korban tewas mencapai 33 orang, namun pada Jumat (6/5/2016) polisi meralat jumlah korban tewas menjadi 30 orang.

Khalid dan Tariq telah ditangkap bersama dengan salah satu karyawan mereka. Penyidik awalnya menduga keracunan itu akibat “kelalaian”. Kakak beradik itu kembali dibawa ke pengadilan pada hari Sabtu (7/5/2016).
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Kantongi Lisensi Palsu,...
Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
7 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
8 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
9 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
10 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
11 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
12 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved