Rusia Siap Berdamai Jika Turki Tanggung Jawab Insiden Su-24
Jum'at, 25 Maret 2016 - 18:54 WIB
Rusia Siap Berdamai Jika Turki Tanggung Jawab Insiden Su-24
A
A
A
MOSKOW - Ketua Dewan Federasi Rusia, Valentina Matvienko mengatakan, Rusia siap untuk "mencairkan" hubungan dengan Turki jika Ankara mengaku bertanggung jawab atas jatuhnya jet tempur Su-24 milik Rusia.
Menurutnya, pengakuan Ankara telah menembak jatuh pesawat Rusia Su-24 di Suriah dan bertanggung jawab atas hal itu adalah kunci untuk normalisasi hubungan bilateral kedua negara.
"Hubungan Rusia-Turki tidak dalam kondisi yang baik, secara halus. Seperti yang Anda tahu, kami tidak harus disalahkan atas rusaknya hubungan ini. Kami siap untuk mencairkan hubungan dengan mereka jika pemimpin Turki mengaku bertanggung jawab dalam penembakan pesawat Rusia di atas wilayah Suriah. Namun, tidak ada tanda-tanda dari sisi Turki," kata Matvienko, seperti disitat dari Sputniknews, Jumat (25/3/2016).
Hubungan antara Moskow dan Ankara memburuk setelah pesawat F-16 Turki menembak jatuh pesawat bomber Su-24 milik Rusia pada tanggal 24 November lalu. Rusia pun menanggapi hal itu dengan menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Turki.
Aksi balasan Rusia itu termasuk, khususnya, pembatasan kegiatan organisasi Turki di Rusia, larangan mempekerjakan warga Turki oleh pengusaha Rusia dan larangan impor makanan tertentu. Hingga saat ini, tidak ada kontak tingkat tinggi antara kedua negara setelah insiden November itu.
Menurutnya, pengakuan Ankara telah menembak jatuh pesawat Rusia Su-24 di Suriah dan bertanggung jawab atas hal itu adalah kunci untuk normalisasi hubungan bilateral kedua negara.
"Hubungan Rusia-Turki tidak dalam kondisi yang baik, secara halus. Seperti yang Anda tahu, kami tidak harus disalahkan atas rusaknya hubungan ini. Kami siap untuk mencairkan hubungan dengan mereka jika pemimpin Turki mengaku bertanggung jawab dalam penembakan pesawat Rusia di atas wilayah Suriah. Namun, tidak ada tanda-tanda dari sisi Turki," kata Matvienko, seperti disitat dari Sputniknews, Jumat (25/3/2016).
Hubungan antara Moskow dan Ankara memburuk setelah pesawat F-16 Turki menembak jatuh pesawat bomber Su-24 milik Rusia pada tanggal 24 November lalu. Rusia pun menanggapi hal itu dengan menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Turki.
Aksi balasan Rusia itu termasuk, khususnya, pembatasan kegiatan organisasi Turki di Rusia, larangan mempekerjakan warga Turki oleh pengusaha Rusia dan larangan impor makanan tertentu. Hingga saat ini, tidak ada kontak tingkat tinggi antara kedua negara setelah insiden November itu.
(ian)