Nyawa Dihargai Rp66 M, Pentolan ISIS Ini Diklaim Tewas Diserang AS
Rabu, 09 Maret 2016 - 11:45 WIB
Nyawa Dihargai Rp66 M, Pentolan ISIS Ini Diklaim Tewas Diserang AS
A
A
A
DAMASKUS - Komandan senior ISIS asal Chechnya, Omar Al-Shishani, diklaim tewas dalam serangan udara Amerika Serikat (AS). AS pernah menawarkan hadiah USD5 juta atau sekitar Rp66 miliar bagi yang bisa membunuh pentolan ISIS itu.
Klaim tewasnya Al-Shishani muncul dari milisi Kurdi Suriah atau YPG. Tapi, sejauh ini kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak mengkonfirmasi klaim kematian komandan seniornya itu.
Pentolan ISIS itu kerap disebut sebagai menteri de facto perang ISIS. Al-Shishani, 30, merupakan penasihat militer senior pemimpin ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi.
Menurut klaim milisi Kurdi, seperti dikutip IB Times, Rabu (9/3/2016) dia tewas dalam serangan udara di dekat Kota Al-Shadadi, Suriah, bersama 12 militan ISIS lainnya.
Serangan itu dilaporkan terjadi pada tanggal 4 Maret 2016. AS sendiri belum mengkofirmasi kematian Al-Shishani, namun mengakui bahwa komandan senior ISIS itu memang jadi target utama AS.
Al-Shishani lahir di Georgia. Dia kenali dengan cirikhas janggut pirang yang panjang. Tawaran hadiah USD5 juta untuk kepalanya itu pernah disampaikan Departemen Luar Negeri AS.
Al-Shishani juga dikenal sebagai "Omar Chechnya" yang mengawasi penjara di Raqqa, Suriah, yang di dalamnya terdapat beberapa sandera asal negara-negara Barat.
Klaim tewasnya Al-Shishani muncul dari milisi Kurdi Suriah atau YPG. Tapi, sejauh ini kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak mengkonfirmasi klaim kematian komandan seniornya itu.
Pentolan ISIS itu kerap disebut sebagai menteri de facto perang ISIS. Al-Shishani, 30, merupakan penasihat militer senior pemimpin ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi.
Menurut klaim milisi Kurdi, seperti dikutip IB Times, Rabu (9/3/2016) dia tewas dalam serangan udara di dekat Kota Al-Shadadi, Suriah, bersama 12 militan ISIS lainnya.
Serangan itu dilaporkan terjadi pada tanggal 4 Maret 2016. AS sendiri belum mengkofirmasi kematian Al-Shishani, namun mengakui bahwa komandan senior ISIS itu memang jadi target utama AS.
Al-Shishani lahir di Georgia. Dia kenali dengan cirikhas janggut pirang yang panjang. Tawaran hadiah USD5 juta untuk kepalanya itu pernah disampaikan Departemen Luar Negeri AS.
Al-Shishani juga dikenal sebagai "Omar Chechnya" yang mengawasi penjara di Raqqa, Suriah, yang di dalamnya terdapat beberapa sandera asal negara-negara Barat.
(mas)