Erdogan Sebut Hitler Contoh, Rusia: Kenyataan Menjadi Jelas

Sabtu, 02 Januari 2016 - 14:46 WIB
Erdogan Sebut Hitler...
Erdogan Sebut Hitler Contoh, Rusia: Kenyataan Menjadi Jelas
A A A
MOSKOW - Pemerintah Rusia mengkritik komentar Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan yang menyebut rezim Hitler Jerman merupakan contoh sistem presidensial yang efektif.Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, mengatakan kenyataan dari rezim Turki sekarang menjadi jelas.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler adalah contoh dari sebuah sistem presidensial yang efisien, menurut Reuters. Banyak sekarang menjadi jelas pada kenyataannya,” tulis Maria Zakharova di halaman Facebook-nya, Sabtu (2/1/2016).

(Baca: 'Keseleo Lidah', Erdogan Sebut Hitler sebagai Contoh)

Komentar kontroversial Erdogan muncul dalam konferensi pers hari Jumat. Presiden Turki ini menegaskan keinginannya untuk memastikan Turki mengadopsi sistem pemerintahan presidensial yang efektif.

Erdogan lantas ditanya oleh wartawan apakah Turki akan mampu menjaga struktur kesatuan pemerintahan jika sistem presidensial dilaksanakan. Erdogan pun menjawab; ”Sudah ada contoh di dunia. Anda bisa melihatnya ketika Anda melihat Hitler Jerman,” katanya dalam sebuah rekaman yang disiarkan kantor berita Dogan.Ada contoh lain di berbagai negara,” katanya lagi.

Ketika komentar Erdogan itu memicu kontroversi, Kantor Kepresidenan Turki langsung mengklarifikasi. Menurut kantor kepresidenan, kata-kata yang disampaikan Presiden Erdogan telah disalahpahami.

Saat menyebut era Hitler, lanjut pihak Kantor Kepresidenan, Presiden Erdogan sebenarnya berupaya untuk menunjukkan bahwa aturan yang buruk dapat muncul di semua jenis sistem politik.

Apakah itu adalah sistem parlementer atau sistem presidensial, aturan buruk yang berakhir pada bencana dapat muncul jika sistem disalahgunakan, seperti yang dilakukan oleh Hitler Jerman,” bunyi pernyataan Kantor Kepresidenan Turki.

Tidak dapat diterima untuk mencerminkan pernyataan presiden sebagai referensi positif untuk Hitler Jerman,” lanjut pernyataan itu. Sebaliknya, Kantor Kepresidenan menegaskan bahwa Presiden Erdogan telah menyatakan Holocaust, anti-Semitisme, dan Islamophobia sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
(mas)
Berita Terkait
Pemimimpin Gereja Ortodoks...
Pemimimpin Gereja Ortodoks Rusia Tolak Rencana Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid
Etnis Tatar Krimea Peringati...
Etnis Tatar Krimea Peringati Hari Korban Genosida
Rusia Menyangkal Ikut...
Rusia Menyangkal Ikut Campur Pemilu Turki
Inilah Kapal Rusia yang...
Inilah Kapal Rusia yang Ditahan Turki karena Dicurigai Bawa Gandum Ukraina
Memanas, Rusia Bakal...
Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut Mediterania
Turki Khianati NATO,...
Turki Khianati NATO, Dukung Rusia untuk Membela Diri
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
2 jam yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
3 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
4 jam yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
5 jam yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
6 jam yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
7 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved