Tegang dengan Rusia, Turki Beri Sinyal 'Lengket' dengan Israel

Jum'at, 18 Desember 2015 - 16:33 WIB
Tegang dengan Rusia,...
Tegang dengan Rusia, Turki Beri Sinyal 'Lengket' dengan Israel
A A A
ANKARA - Turki memberi sinyal untuk menghidupkan kembali hubungan diplomatik dengan Israel yang rusak bertahun-tahun. Sinyal dari Turki itu muncul setelah negara itu terlibat ketegangan dengan Rusia.

Sebagai bagian dari kesepakatan awal memulihkan hubungan, sejumlah delegasi kedua negara melakukan pertemuan rahasia di Swiss. Rencananya, duta besar dari kedua negara akan kembali diaktifkan.

Menurut laporan IB Times, Jumat (18/12/2015), delegasi dari pihak Israel dipimpin oleh utusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Joseph Ciechanover, dan Penasihat Keamanan Nasional; Yossi Cohen. Sedangkan delegasi dari Turki dipelopori oleh diplomat top Kementerian Luar Negeri Turki, Feridun Sinirlioglu.


Kedua pihak telah secara resmi mengakui bahwa ada pembicaraan rekonsiliasi yang sedang berlangsung. Tapi, mereka membantah telah mencapai kesepakatan apapun. Pembicaraan dimulai di Zurich sehari setelah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan kesediaannya untuk menormalkan hubungan dengan Israel di tengah ketegangan antara Ankara dengan Moskow.


Sebagai bagian dari kesepakatan awal, Israel telah setuju untuk membayar kompensasi USD20 juta untuk para korban bentrokan maritim tahun 2010. Sepuluh aktivis Turki penerobos Gaza dengan kapal Mavi Marmara tewas setelah pertempuran meletus antara armada Turki dan Angkatan Laut Israel di Mediterania, ketika para aktivis itu mencoba membuka blokir Angkatan Laut Israel.

Sejak insiden itu, hubungan Turki dan Israel rusak. Namun, beberapa hari lalu, Erdogan memberi tiga syarat pada Israel jika ingin menormalkan hubungan dengan Turki. “Kami memiliki tiga (syarat); permintaan maaf - yang sudah dilakukan,kompensasi - yang belum terjadi, dan pencabutan embargo pada Palestina,” tulis surat kabar Yeni Safak, mengutip pernyataan Erdogan.

Seorang pejabat senior Israel kepada Haaretz, membenarkan ada upaya kedua negara untuk memulihkan hubungan. Hanya saja masih belum ada solusi,terutama syarat dari Erdogan agar Israel mencabut embargo pada Palestina. ”Catatan Erdogan tentang prediksi normalisasi hubunga dengan Israel adalah pencabutan total blokade terhadap Gaza. Ada ide, tetapi tidak ada solusi untuk masalah ini belum. Ini tidak sederhana,” kata pejabat senior Israel itu, yang menolak diidentifikasi.

Pada 2013, Netanyahu menyatakan penyesalan atas insiden kapal Mavi Marmara. Namun, pembicaraan yang diusulkan untuk menormalkan hubungan kedua negara terhenti meskipun ada upaya mediasi yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.
(mas)
Berita Terkait
Kehebatan Roket LUMTAS-GM...
Kehebatan Roket LUMTAS-GM Turki, Kalahkan AS dan Rusia
Terungkap, Rusia Gunakan...
Terungkap, Rusia Gunakan Drone Israel untuk Lawan UAV Turki Andalan Ukraina
Erdogan dan Putin Bahas...
Erdogan dan Putin Bahas Agresi Israel, Turki Siap Intervensi
Turki dan Rusia Kutuk...
Turki dan Rusia Kutuk Pembunuhan Keji Ismail Haniyeh oleh Israel
4 Alasan Israel Ingin...
4 Alasan Israel Ingin Rusia Pertahankan Pangkalan di Suriah, Salah Satunya Menekan Pengaruh Turki
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
23 menit yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
1 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
3 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved