Dikritik Erdogan, Perwakilan Israel Walk Out dari Sidang Umum PBB

Rabu, 23 September 2020 - 17:21 WIB
loading...
Dikritik Erdogan, Perwakilan...
Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan pergi saat Erdogan mengecam kebijakan penindasan, kekerasan dan intimidasi Israel terhadap Palestina di Sidang Majelis Umum PBB. Foto/REUTERS
A A A
NEW YORK - Perwakilan Israel di PBB dilaporkan memutuskan walk out dari ruang sidang saat Presiden Turki , Tayyip Erdogan menyampaikan pidatonya. Erdogan dalam pidatonya melemparkan kritikan keras terhadap Israel.

Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan pergi saat Erdogan mengecam kebijakan penindasan, kekerasan dan intimidasi Israel terhadap Palestina dalam pidato yang ditayangkan saat Sidang Majelis Umum PBB. (Baca juga: Erdogan: Musuh-musuh Berupaya Cegah Turki Tumbuh, Picu Krisis Internal )

Erdogan, dalam pidatonya menyebut Israel sebagai tangan kotor yang telah menodai Yerusalem. "Tangan kotor yang mencapai privasi Yerusalem, tempat-tempat suci tiga agama besar hidup berdampingan, terus meningkatkan keberaniannya," kata Erdogan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (23/9/2020).

"Rakyat Palestina telah menentang kebijakan penindasan, kekerasan, dan intimidasi Israel selama lebih dari setengah abad. Atas penolakan dokumen penaklukan, yang coba diberlakukan pada Palestina dengan nama 'Kesepakatan Abad Ini', Israel kali ini mempercepat upayanya untuk memiliki jalur dalam dengan bantuan kolaboratornya," sambungnya.

Dia menekankan bahwa Turki tidak akan mendukung rencana apa pun yang tidak disetujui oleh rakyat Palestina. Dia lalu mengatakan bahwa partisipasi beberapa negara di kawasan dalam permainan ini tidak berarti apa-apa selain melayani upaya Israel untuk mengikis parameter dasar internasional.

"Negara-negara itu telah menyatakan niat mereka untuk membuka kedutaan besar di Yerusalem, yang melanggar resolusi PBB dan hukum internasional, hanya membuat konflik semakin rumit dengan tindakan mereka," tukasnya. ( Baca juga: Israel Disebut Rusak 100.000 Unit Tes Swab COVID-19 untuk Warga Palestina )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Berita Terkini
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved