Pesawat Mata-mata Canggih AS Bakal Manuver di Hidung Indonesia

Selasa, 08 Desember 2015 - 07:56 WIB
Pesawat Mata-mata Canggih...
Pesawat Mata-mata Canggih AS Bakal Manuver di Hidung Indonesia
A A A
JAKARTA - Pesawat mata-mata canggih Poseidon P8 Amerika Serikat akhir bulan ini akan bermanuver di wilayah Singapura yang dekat dengan Indonesia. Pesawat mata-mata AS itu akan manuver di tengah ketegangan terkait konflik Laut China Selatan.

Singapura telah memberi izin pada AS untuk mengoperasikan pesawat mata-mata P8 di wilayahnya. Tujuan manuver pesawat itu diklaim untuk mendukung "upaya keamanan maritim" serta mengamati aktivitas China terkait polemik klaim Laut China Selatan.

Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, dan Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen, telah membuat pernyataan bersama. Isinya, kesepakatan Washington dan Singapura soal operasi pesawat mata-mata P8.

Kedua menteri pertahanan itu juga menyatakan puas dengan hasil pertemuan mereka dan diharapkan operasi serupa bisa lebih lanjut dilakukan di wilayah Singapura.

”Penyebaran pesawat ini akan mempromosikan interoperabilitas yang lebih besar dengan militer regional melalui partisipasi dalam latihan bilateral dan multilateral, sambil memberikan dukungan yang tepat waktu untuk HADR (Humanitarian and Disaster Relief) regional dan upaya keamanan maritim,” bunyi pernyataan bersama yang dipublikasikan di website Departemen Pertahanan AS, seperti dikutip Reuters, Selasa (8/12/2015).

Pesawat mata-mata Poseidon AS sebelumnya telah melakukan sejumlah operasi di Jepang, Filipina dan Malaysia. Selain kesepakatan pengoperasian pesawat P8, Singapura dan AS sepakat bekerjasama dalam memerangi terorisme dan pembajakan.

Bulan lalu, dua pesawat pembom strategis B-52 AS terbang di dekat pulau buatan China di Laut China Selatan. Pilot pesawat pembom itu mengabaikan seruan Beijing agar hengkang dari wilayah udara yang diklaim China. Pada akhir Oktober, kapal perang AS, USS Lassen, juga bermanuver di wilayah yang berjarak 12 mil dari kawasan Kepulauan Spratly, Laut China Selatan, yang diklaim China.
(mas)
Berita Terkait
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Jerman akan Kerahkan...
Jerman akan Kerahkan 2 Kapal Perang ke Indo-Pasifik
Berita Terkini
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
1 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
6 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
8 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
8 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
10 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved