Ribut dengan Rusia, Turki Bisa Kehilangan Rp125 Triliun

Senin, 07 Desember 2015 - 17:37 WIB
Ribut dengan Rusia,...
Ribut dengan Rusia, Turki Bisa Kehilangan Rp125 Triliun
A A A
ANKARA - Turki bisa kehilangan pendapatan sampai USD9 miliar atau sekitar Rp125 triliun selama terlibat ketegangan dengan Rusia. Demikian disampaikan Deputi Perdana Menteri Turki, Mehmet Simsek, Senin (7/12/2015).

“Rusia selalu menjadi mitra penting bagi kami dan kami tidak ingin ada konflik dengan itu. Dari hari pertama, kami mengembangkan langkah-langkah dalam memerangi krisis dan semua industri siap. Dalam skenario terburuk selama krisis dengan Rusia, Turki mungkin kehilangan sekitar USD9 miliar,” kata Simsek dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Turki, NTV.

Menurut Simsek, ekspor barang Turki ke Rusia telah berkurang 30-40 persen pada tahun ini. Jumlah wisatawan Rusia ke Turki dan kontrak konstruksi dengan perusahaan-perusahaan Rusia juga telah berkurang signifikan.

Hubungan Rusia danTurki memburuk menyusul tindakan pesawat tempur F-16 Turki yang menembak jatuh pesawat jet pembom Su-24 Rusia di perbatasan Suriah-Turki pada 24 November lalu. Presiden Rusia, Vladimir Putin, marah dan menyebut Turki sebagai kaki tangan teroris yang “menikam dari belakang”.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, telah menyerukan Rusia agar membatalkan sanksi ekonominya terhadap Ankara.

”Ekonomi dan perdagangan selalu mengambil posisi khusus dalam hubungan bilateral kita. Kami percaya tidak benar karena insiden menyedihkan untuk memungkinkan merusak hubungan kita, yang telah mengembangkan basis yang kuat atas upaya bertahun-tahun," katanya.

(Baca: Turki Serukan Rusia Batalkan Sanksi Ekonomi)

Dia mengatakan, kedua negara telah berbagi pemahaman perdagangan dan hubungan ekonomi yang tidak boleh dipengaruhi oleh perselisihan politik.

“Dari eskalasi ketegangan saat ini, kita harus dengan darah dingin dan sesegera mungkin mengatasi periode ini dan kembali (memulihkan) hubungan kami. Kita harus keberatan, jika insiden menyedihkan ini akan menanggung risiko konsekuensi abadi dan akan membangun ancaman konsekuensi abadi, juga akan berisi bahaya yang merumitkan hubungan antara rakyat kita,” lanjut Menlu Turki itu.
(mas)
Berita Terkait
Pemimimpin Gereja Ortodoks...
Pemimimpin Gereja Ortodoks Rusia Tolak Rencana Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid
Etnis Tatar Krimea Peringati...
Etnis Tatar Krimea Peringati Hari Korban Genosida
Rusia Menyangkal Ikut...
Rusia Menyangkal Ikut Campur Pemilu Turki
Inilah Kapal Rusia yang...
Inilah Kapal Rusia yang Ditahan Turki karena Dicurigai Bawa Gandum Ukraina
Memanas, Rusia Bakal...
Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut Mediterania
Turki Khianati NATO,...
Turki Khianati NATO, Dukung Rusia untuk Membela Diri
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
1 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
2 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
3 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
4 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
6 jam yang lalu
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
7 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved