DK PBB: Umat Islam Harus Diizinkan Ibadah di Al-Aqsa Tanpa Ancaman
Jum'at, 18 September 2015 - 13:46 WIB
DK PBB: Umat Islam Harus Diizinkan Ibadah di Al-Aqsa Tanpa Ancaman
A
A
A
NEW YORK - Dewan Keamanan (DK) PBB menyatakan keprihatinan atas eskalasi antara pasukan Israel dan warga Palestina di kompleks masjid suci Al-Aqsa. DK PBB menegaskan bahwa umat Islam harus diizinkan ibadah di masjid Al-Aqsa dengan tenang, tanpa provokasi dan tanpa ancaman.
”Para anggota Dewan Keamanan (PBB) menyerukan penghentian kekerasan segera dan mengambil untuk semua langkah yang tepat untuk memastikan bahwa kekerasan berhenti,” bunyi pernyataan DK PBB.
“Tindakan provokatif harus dihindari, dan situasi harus kembali normal dengan cara yang mempromosikan prospek Timur Tengah pada terciptanya perdamaian antara Israel dan Palestina,” lanjut pernyataan DK PBB, sebagaimana dilansir Sputnik, Jumat (18/9/2015). (Baca juga: "Lawan" Agresi Israel terhadap Al-Aqsa, Raja Saudi Kontak Obama dan Putin)
”Para anggota Dewan Keamanan menggarisbawahi bahwa jemaah Muslim di Haram Al-Sharif (Masjid Al-Aqsa) harus diizinkan untuk beribadah dengan tenang, bebas dari kekerasan, ancaman dan provokasi,” imbuh pernyataan DK PBB.
Yordania sebagai otoritas yang berhak atas hak pengelolaan situs suci Al-Aqsa di Yerusalem timur, telah mengirim peringatan keras kepada Israel sejak terjadi bentrok antara pasukan Israel dan jemaah masjid asal Palestina pada Senin lalu.
Palestina sejak lama ingin menciptakan sebuah negara merdeka di wilayah Tepi Barat yang mencakup Yerusalem timur yang sebagian areanya diduduki oleh Israel, serta Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Palestina juga ingin Israel menarik diri dari wilayah Palestina yang diduduki setelah Perang Enam Hari tahun 1967.
Pernyataan DK PBB itu muncul setelah ada desakan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz agar DK PBB bertindak. Raja Salman juga telah menelepon para pemimpin dunia, seperti Presiden Obama, Presiden Putin, Perdana Menteri David Cameron dan Presiden Francois Hollande untuk mengekspresikan “perlawanannya” atas agresi Israel di kompleks masjid Al-Aqsa.
”Para anggota Dewan Keamanan (PBB) menyerukan penghentian kekerasan segera dan mengambil untuk semua langkah yang tepat untuk memastikan bahwa kekerasan berhenti,” bunyi pernyataan DK PBB.
“Tindakan provokatif harus dihindari, dan situasi harus kembali normal dengan cara yang mempromosikan prospek Timur Tengah pada terciptanya perdamaian antara Israel dan Palestina,” lanjut pernyataan DK PBB, sebagaimana dilansir Sputnik, Jumat (18/9/2015). (Baca juga: "Lawan" Agresi Israel terhadap Al-Aqsa, Raja Saudi Kontak Obama dan Putin)
”Para anggota Dewan Keamanan menggarisbawahi bahwa jemaah Muslim di Haram Al-Sharif (Masjid Al-Aqsa) harus diizinkan untuk beribadah dengan tenang, bebas dari kekerasan, ancaman dan provokasi,” imbuh pernyataan DK PBB.
Yordania sebagai otoritas yang berhak atas hak pengelolaan situs suci Al-Aqsa di Yerusalem timur, telah mengirim peringatan keras kepada Israel sejak terjadi bentrok antara pasukan Israel dan jemaah masjid asal Palestina pada Senin lalu.
Palestina sejak lama ingin menciptakan sebuah negara merdeka di wilayah Tepi Barat yang mencakup Yerusalem timur yang sebagian areanya diduduki oleh Israel, serta Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Palestina juga ingin Israel menarik diri dari wilayah Palestina yang diduduki setelah Perang Enam Hari tahun 1967.
Pernyataan DK PBB itu muncul setelah ada desakan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz agar DK PBB bertindak. Raja Salman juga telah menelepon para pemimpin dunia, seperti Presiden Obama, Presiden Putin, Perdana Menteri David Cameron dan Presiden Francois Hollande untuk mengekspresikan “perlawanannya” atas agresi Israel di kompleks masjid Al-Aqsa.
(mas)