Pakar PBB Kecam Hukuman Kolektif pada Rakyat Palestina oleh Israel

Sabtu, 18 Juli 2020 - 03:03 WIB
loading...
Pakar PBB Kecam Hukuman...
Pakar hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Michael Lynk. Foto/Alhadath24/Facebook
A A A
JENEWA - Pakar hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Michael Lynk merilis laporan yang mendesak Israel segera menghentikan semua kejahatan melakukan hukuman kolektif pada rakyat Palestina.

Lynk merupakan Pelapor Khusus untuk HAM di wilayah pendudukan Palestina sejak 1967. Dia menyatakan meluasnya dampak kebijakan hukuman kolektif Israel yang paling mencolok di wilayah Gaza yang masih diblokade selama 13 tahun.

Saat ini Gaza mengalami keruntuhan ekonomi, kerusakan infrastruktur dan sistem layanan sosial yang tidak berfungsi.

Dalam laporannya untuk sesi 44 Dewan HAM, pakar independen itu menyajikan daftar rekomendasi, mendesak Israel melaksanakan hukum internasional dan konsensus internasional dengan segera mengakhiri pendudukan wilayah Palestina yang telah berlangsung 53 tahun.

Israel menggunakan hukuman kolektif pada Palestina sejak pendudukan militer pada 1967 melalui penghancuran rumah dan perang psikologis serta ekonomi pada para keluarga tersangka penyerang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Berita Terkini
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved