Sekjen PBB Minta Israel-Suriah Tahan Diri
Sabtu, 22 Agustus 2015 - 17:06 WIB
Sekjen PBB Minta Israel-Suriah Tahan Diri
A
A
A
NEW YORK - Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon mengungkapkan keprihatinannya terkait aksi jual beli serangan antara Israel dan Suriah. Ia pun meminta kepada keduanya untuk menahan diri agar tidak terjadi situasi yang lebih buruk lagi.
"Sekjen PBB mengutuk semua pelanggaran atas perjanjian perdamaian dan meminta kepada semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang membahayakan gencatan senjata antara Israel dan Suriah serta bisa merusak stabilitas daerah," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Ban Ki-moon seperti dikutip dari The Economic Times, Sabtu (22/8/2015).
Ki-moon juga meminta agar PBB dan UNDOF segera melakukan konsolidasi dengan Israel dan Suriah untuk meredakan ketegangan. UNDOF didirikan oleh Dewan Keamanan PBB untuk memantau gencatan senjata antara Suriah dan Israel setelah keduanya terlibat perang pada 1973 lalu.
Seperti diketahui, empat roket dilepaskan dari wilayah Suriah dan menghantam wilayah Qiryat Shmona, Israel. Aksi itu balas Israel dengan serangan artileri dan serangan udara yang menyasar 14 pos militer Suriah di wilayah Golan.
"Sekjen PBB mengutuk semua pelanggaran atas perjanjian perdamaian dan meminta kepada semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang membahayakan gencatan senjata antara Israel dan Suriah serta bisa merusak stabilitas daerah," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Ban Ki-moon seperti dikutip dari The Economic Times, Sabtu (22/8/2015).
Ki-moon juga meminta agar PBB dan UNDOF segera melakukan konsolidasi dengan Israel dan Suriah untuk meredakan ketegangan. UNDOF didirikan oleh Dewan Keamanan PBB untuk memantau gencatan senjata antara Suriah dan Israel setelah keduanya terlibat perang pada 1973 lalu.
Seperti diketahui, empat roket dilepaskan dari wilayah Suriah dan menghantam wilayah Qiryat Shmona, Israel. Aksi itu balas Israel dengan serangan artileri dan serangan udara yang menyasar 14 pos militer Suriah di wilayah Golan.
(esn)