Redakan Ketegangan, Korsel Siap Berunding dengan Korut
Sabtu, 22 Agustus 2015 - 16:29 WIB
Redakan Ketegangan, Korsel Siap Berunding dengan Korut
A
A
A
SEOUL - Laporan sejumlah media menyatakan Korea Selatan (Korsel) bersedia berbicara dengan tetangganya, Korea Utara (Korut), di wilayah perbatasan kedua negara. Dikutip ABC News dari Associated Press, Sabtu (22/8/2015), tawaran pembicaraan itu datang hanya beberapa jam sebelum batas waktu yang telah ditentukan oleh Korut.
Korut telah mengultimatum Korsel untuk menghentikan siaran propaganda anti PyongYang di daerah perbatasan sebelum pukul 05.00 sore. Jika ultimatum itu tidak dipenuhi, maka Korut akan melancarkan serangan militer ke wilayah Korsel.
Sebelumnya, Sekjen Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) telah mengusulkan kepada Korsel untuk melakukan pembicaraan dengan Korut guna meredakan ketegangan di Semenanjung Korea, bunyi laporan kantor berita Korsel Yonhap.
Pihak UNC atau Komando Pasukan Multinasional telah mengirimkan pesan pembicaraan itu kepada Korut, menyusul aksi baku tembak yang terjadi di seberang perbatasan. Namun hingga kemarin, pihak Korut belum memberikan jawaban.
Kedua Korea saling serang pada Kamis kemarin. Serangan pertama kali diluncurkan militer Korut di wilayah perbatasan sebagai tindakan dari siaran propaganda anti-Korut yang dilakukan Korsel sejak 10 Agustus 2015.
Korut telah mengultimatum Korsel untuk menghentikan siaran propaganda anti PyongYang di daerah perbatasan sebelum pukul 05.00 sore. Jika ultimatum itu tidak dipenuhi, maka Korut akan melancarkan serangan militer ke wilayah Korsel.
Sebelumnya, Sekjen Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) telah mengusulkan kepada Korsel untuk melakukan pembicaraan dengan Korut guna meredakan ketegangan di Semenanjung Korea, bunyi laporan kantor berita Korsel Yonhap.
Pihak UNC atau Komando Pasukan Multinasional telah mengirimkan pesan pembicaraan itu kepada Korut, menyusul aksi baku tembak yang terjadi di seberang perbatasan. Namun hingga kemarin, pihak Korut belum memberikan jawaban.
Kedua Korea saling serang pada Kamis kemarin. Serangan pertama kali diluncurkan militer Korut di wilayah perbatasan sebagai tindakan dari siaran propaganda anti-Korut yang dilakukan Korsel sejak 10 Agustus 2015.
(esn)