Landasan Pacu China di Laut China Selatan Hampir Selesai

Kamis, 02 Juli 2015 - 09:42 WIB
Landasan Pacu China...
Landasan Pacu China di Laut China Selatan Hampir Selesai
A A A
WASHINGTON - Sebuah gambar citra satelit dari perusahaan DigitalGlobe menunjukkan bahwa landasan pacu raksasa yang dibangun China di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan, hampir selesai.

Sebelumnya, militer Amerika Serikat (AS) menyatakan, landasan pacu itu bisa beroperasi akhir tahun ini. Pemerintah China pada Selasa lalu telah mengumumkan bahwa reklamasi di tujuh pulau di kawasan Laut China Selatan yang jadi sengketa telah rampung.

Gambar landasan pacu raksasa China di kawasan sengketa yang nyaris rampung dibangun itu diterbitkan Asia Maritime Transparancy Initiative (AMTI) di Pusat Studi Strategi Internasional di Studi di Washington.

Gambar itu bisa diakses di situs (http://amti.csis.org/). Pihak AMTI menyatakan landasan pacu itu sedang diaspal dan ditandai. Gambar juga menunjukkan sebuah kapal Angkatan Laut China yang ditambatkan di sebuah pelabuhan di kawasan sengketa.

Menurut AMTI, melalui gambar satelit terkini China juga membangun fasilitas militer berskala besar dengan dua menara. “Dua helipad dan tiga antena satelit komunikasi juga terlihat,” bunyi laporan AMTI, Kamis (2/7/2015).

China telah mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, meski ditentang Filipina, Malaysia, Vietnam, Brunei dan Taiwan. Kawasan yang kaya gas itu diperebutkan banyak negara karena menghasilkan uang senilai di mana US$5 triliun setiap tahunnya dari lalu lintas kapal-kapal perdagangan dunia.

Departemen Luar Negeri AS, pada Jumat pekan lalu telah membandingkan perilaku China yang berambisi menguasai Laut China Selatan dengan perilaku Rusia saat menganeksasi Crimea dari Ukraina pada tahun lalu. (Baca juga: Peringatan AS: Ulah Rusia dan China Bisa Picu Perang Besar)

Sehari kemudian, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, China tidak akan mundur dalam sengketa maritim di Laut China Selatan. Jika mundur, kata Wang Yi, hal itu akan memalukan leluhur China.
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
31 menit yang lalu
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
1 jam yang lalu
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
2 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
4 jam yang lalu
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
7 jam yang lalu
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
8 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved