China Tes Pesawat Hipersonik, AS Sebut Manuver Ekstrem

Senin, 15 Juni 2015 - 08:55 WIB
China Tes Pesawat Hipersonik,...
China Tes Pesawat Hipersonik, AS Sebut Manuver Ekstrem
A A A
BEIJING - Kementerian Pertahanan China mengkonfirmasi telah melakukan uji coba keempat pesawat siluman hipersonik Wu-14 yang bisa mengirim senjata nuklir. Amerika Serikat (AS) menyebut langkah China itu sebagai manuver ekstrem.

Uji coba keempat pesawat siluman berkecepatan luar biasa itu dilakukan pada tanggal 7 Juni 2015. Itu adalah uji coba keempat dalam 18 bulan.

”Penelitian ilmiah yang dijadwalkan dan eksperimen di wilayah kita berjalan normal, dan tes tersebut tidak ditargetkan pada negara dan untuk tujuan tertentu,” kata pihak Kementerian Pertahanan China, semalam, ketika menanggapi laporan uji coba pesawat siluman hipersonik yang diterbitkan Free Beacon, pada Kamis pekan lalu.

Pesawat siluman super canggih itu dapat melesat hingga 10 kali kecepatan suara atau 12,231.01 kph.

Sementara itu, Pemerintah AS melalui para pejabat intelijennya menganggap China sudah bermanuver ekstrem. Uji coba pesawat siluman hipersonik oleh China bertepatan dengan dengan kunjungan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat China, Fan Changlong ke Washington.

Fan akan mengunjungi AS selama seminggu.”Peluncuran (pesawat siluman hipersonik) itu untuk meningkatkan nilai tawar di meja perundingan ketika ia berurusan dengan mitra AS-nya,” kata Antony Wong, pengamat militer yang berbasis di Macau kepada South China Post, Senin (15/6/2015).

Fan telah mengadakan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter pada hari Jumat ppekan lalu. Charter mendesak China untuk menghentikan reklamasi pulau di Laut China Selatan, serta menekan China agar berhenti melakukan militerisasi di kawasan sengketa itu.

Tapi, China justru balik menekan AS agar tidak melakukan kegiatan militer di kawasan Laut China Selatan. Menurut Fan, kawasan Laut China Selatan adalah wilayah kedaulatan Beijing dan negaranya berhak melakukan apa pun di sana.

Analis militer di China, Profesor He Qisong, pakar kebijakan pertahanan di Universitas Shanghai menilai langkah China melakukan uji coba pesawat siluman hipersonik Wu-14 merupakan reaksi atas langkah AS yang telah menerbangkan pesawat mata-mata di atas Laut China Selatan bulan lalu.

”Wu-14 dirancang untuk menembus sistem pertahanan rudal AS, yang berarti Kementerian Pertahanan China mampu mempertahankan kedaulatan wilayahnya. Tapi ini seperti halnya tes penangkal nuklir. Baik China maupun AS ingin menyatakan perang atas isu Laut Cina Selatan,” kata He Qisong.
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
3 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
4 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
5 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
6 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
7 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
8 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved